TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bahan Baku Vaksin Covid-19 Tahap-2 Tiba di Indonesia

Albarsyah
3 February 2021 | 10:42
rubrik: BUMN
Bahan Baku Vaksin Covid-19 Tahap-2 Tiba di Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Indonesia kembali menerima bahan baku vaksin Covid-19 gelombang ke-2 dari Sinovac sebanyak  10 juta dosis vaksin, pada tanggal 2 Februari 2021, setelah sebelumnya pada tanggal 12 Januari 2021,  telah menerima bahan baku vaksin Covid-19 dari  Sinovac sebanyak 15 juta dosis.

Kedatangan bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac,  merupakan komitmen pemerintah Republik Indonesia,  untuk percepatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat Indonesia, setelah sebelumnya pemerintah 

Petugas penerimaan vaksin memeriksa container berisi  bahan baku vaksin Covid-19 di Gudang Cargo Bandara  Soekarno-Hatta. Suhu pada container ini, harus tetap  terjaga pada kisaran suhu antara 2 – 8 derajat celcius

Indonesia mendatangkan produk jadi vaksin Covid-19  dari Sinovac sebanyak 3 juta dosis, dengan nama  CoronaVac, yang diperuntukan bagi 1,5 juta tenaga  kesehatan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Bahan baku yang sudah diterima ini merupakan bagian dari bahan baku yang akan didatangkan dari  Sinovac sebanyak 140 juta dosisy ang pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sampai dengan  bulan Juli 2021 mendatang. Seluruh bahan baku ini, selanjutnya akan dilakukan proses filled and finished  di fasilitas Bio Farma.

Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan untuk bahan baku gelombang pertama atau tahap ketiga  dari seluruh vaksin yang telah datang sebanyak 15 juta dosis, sudah mulai diproses di Bio Farma sejak  tanggal 14 Januari 2021, dengan target produksi sebanyak 13 batch, yang diperkirakan akan selesai pada  11 Februari 2021. Bahan baku dalam bentuk bulk kedatangan kedua ini, akan mulai diproduksi sebanyak  9 batch mulai tanggal 13 Februari 2021, sampai dengan 20 Maret 2021.

“Semua bulk ini, setelah diolah menjadi produk jadi, terlebih dahulu harus melalui serangkaian uji mutu  atau quality control yang ketat, yang dilakukan di laboratorium Bio Farma dan juga laboratorium BPOM,  untuk memastikan produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang memenuhi syarat, dan sesuai  dengan standar yang berlaku sebelum digunakan untuk vaksinasi. Badan POM akan mengeluarkan hasil  uji dalam bentuk Lot release untuk vaksin produksi Bio Farma yang telah memenuhi syarat uji mutu  tersebut. Untuk bets pertama diperkirakan mulai minggu ke-2 Februari yang akan datang”, ucap  Bambang Heriyanto dalam keterangan resmi.

BACA JUGA:   Freeport Mulai Jual Emas ke Antam, Erick Thohir: Sinergi Hilirisasi untuk Ekonomi Nasional

Bambang meneruskan, vaksin Covid-19 yang sudah jadi tersebut, rencananya akan dialokasikan untuk  Petugas Publik dan Tenaga Layanan Publik termasuk TNI-Polri mulai akhir Februari 2021.

Dalam proses distribusi vaksin COVID-19 untuk menjaga kualitas vaksin agar tetap terjaga, Bio Farma  menggunakan Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) yang terintegrasi secara bertahap dengan  sistem lain di dalam dan di luar Holding BUMN Farmasi, termasuk Command Center yang dilengkapi  dengan dashboard Internet of Things (IoT), untuk memonitor segala kondisi yang terjadi dalam  perjalanan, termasuk batasan suhu yang dipantau secara real time, lokasi, kecepatan dan kondisi  darurat lainnya; dan dashboard tracking vaksin untuk memonitor pergerakan vaksin.

Untuk diketahui bahwa kemasan dari vaksin Covid-19 kali ini, akan diberi nama COVID-19 VACCINE,  memiliki kemasan yang berbeda dengan vaksin yang sudah didistribusikan sebelumnya yakni  CORONAVAC. Kemasan Vaksin CORONAVAC sebelumnya yang sebanyak 3 juta, dikemas single dose (1  vial berisi 1 dosis atau hanya untuk 1 penerima vaksin), dikemas dalam 1 dus vaksin berisi 40 vial, sehingga 1 dus akan berisi 40 dosis. Sementara COVID-19 VACCINE nanti akan dikemas dalam kemasan  multidose, dimana 1 vial berisi 10 dosis, atau untuk 10 penerima. Kemudian setiap 10 vial akan dikemas  ke dalam satu dus, sehingga dalam 1 dus akan berisi 100 dosis. Perbedaan kemasan ini, tidak  membedakan kualitas dari vaksin Covid-19.

Previous Post

Presiden: BSI Sasar Pasar Global

Next Post

Ekspor Ikan dari Aceh ke Jepang kian Diminati

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR