Jakarta, TopBusiness – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melunasi sukuk atau obligasi syariah yang akan segera jatuh tempo April nanti seniai Rp322 miliar. Karena dinilai memiliki kemampuan keuangan kuat, maka PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pun memberikan peringkat stabil.
Menurut analis Pefindo, Hanif Pradipta dan Kreshna Dwinanta Armand, Pefindo sendiri telah menganugerahi peringkat “idAAA(sy)” untuk Sukuk Berkelanjutan I PT Bank CIMB Niaga Tbk Tahap III Tahun 2020 Seri A sebesar Rp322 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2021.
Menurut mereka, peringkat ini diberikan karena kesiapan Bank untuk membayar obligasi syariah yang akan jatuh tempo tersebut didukung oleh penempatan dana pada Bank Indonesia (BI) sebesar Rp25,1 triliun per tanggal 30 November 2020.
“Instrumen pendanaan syariah dengan peringkat idAAA(sy) adalah instrumen dengan peringkat paling tinggi yang diberikan oleh Pefindo,” tegas keduanya dalam keterangan resmi yang diterima TopBusiness, di Jakarta, Kamis (4/2/2021).
Disebutkannya, dengan peringkat ini, kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior.
Bank CIMB Niaga sendiri dibentuk pada tahun 2008 lalu. Bank ini sebagai hasil penggabungan PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk, yang merupakan bank swasta terbesar kedua di Indonesia.
Dan pada 30 September 2020 lalu, CIMB Group Sdn Bhd, Malaysia (100% dimiliki oleh CIMB Group Holdings Bhd, Malaysia) menguasai 92,5% saham Bank CIMB Niaga (termasuk yang dimiliki oleh PT Commerce Kapital sebesar 1,02%), sedangkan sisanya dimiliki oleh masyarakat (7,5%).
FOTO: Istimewa
