Jakarta, TopBusiness—Perekonomian Indonesia 2020 yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15.434,2 triliun. “Sedangkan PDB per kapita mencapai Rp56,9 Juta atau USD 3.911,7,” papar Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS RI), K. Suhariyanto, dalam paparan data PDB hari ini, melalui jaringan internet.
Dijelaskannya, ekonomi Indonesia tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen dibandingkan tahun 2019.
Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,04 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi. Komponen ekspor barang dan jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,70 persen. “Sementara, impor barang dan jasa yang merupakan faktor pengurang, terkontraksi sebesar 14,71 persen,” kata Suhariyanto.
Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada 2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,75 persen. “Dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,51 persen.”
