TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Karena Ini Kinerja XL Axiata Kinclong di Tengah Pandemi

Nurdian Akhmad
15 February 2021 | 13:58
rubrik: Business Info
42 Juta Pelanggan XL Telah Registrasi Nomor

Jakarta, TopBusiness –  Di tengah pandemi Covid-19, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meraih kenaikan pendapatan tahun 2020 sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA perusahaan meningkat 31 persen yoy. XL Axiata pun kembali mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 miliar. Selama pandemi, perusahaan memastikan kelangsungan bisnis perusahaan tidak terganggu dengan menerapkan adaptasi pada norma baru.

“Di sepanjang tahun 2020, kami berfokus pada keunggulan operasional untuk mendorong digitalisasi bisnis dengan menerapkan otomatisasi dan simplicity,” kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini melalui keterangan pers, Senin (15/2).

Di sepanjang 2020, Dian menjelaskan, kontribusi pendapatan dari data mencapai 92 persen, dengan penetrasi smartphone mencapai 89 persen yang merupakan tertinggi secara industri. Di sisi lain, rerata pendapatan per pelanggan atau ARPU campuran meningkat dari tahun sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp36 ribu.

Sementara itu, pembangunan jaringan data 4G terus berlangsung selama pandemi. Hingga akhir 2020, jaringan data 4G telah mencapai 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia dengan lebih dari 54 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G.

Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Fiberisasi ini untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar. 

https://eca008c61772032a1c5db7044d6cfd63.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html Beban operasional per akhir 2020 turun sebesar 15 persen YoY yang didorong oleh berkurangnya beban infrastruktur hingga 30 persen YoY. Hal ini sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. Interkoneksi dan beban langsung lainnya juga turun 25 persen YoY terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan trafik layanan SMS dan voice. 

BACA JUGA:   XL Inbreng Properti untuk Modal Anak Usaha

“Selain itu, beban pemasaran menurun 8 persen YoY karena pergeseran pengeluaran yang kini lebih banyak pada penggunaan saluran digital.

Dari sisi kondisi finansial, menurut Dian, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 6,46 triliun atau meningkat hingga 76 persen YoY. 

“XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi Dollar AS, sebesar 67 persen di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan,” terang Dian. 

Dian mengatakan XL Axiata melihat sejumlah peluang positif di dalam Industri Telekomunikasi Indonesia. Salah satunya adalah terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi operator, di mana hal tersebut akan membawa dampak yang menyehatkan Industri Telekomunikasi secara umum. 

Tags: xl axiata
Previous Post

Neraca Perdagangan Januari 2021 Surplus

Next Post

Beralih ke Cloud, ITB Gandeng Oracle

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR