TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonom: RI akan Pertahankan Kebijakan Hingga Akhir Tahun

Achmad Adhito
23 February 2021 | 15:41
rubrik: Ekonomi
Jalan Tol Cawang – Slipi Beroperasi Normal

Fotografer : Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Ekonom DBS, Radhika Rao, memprediksi bahwa sejumlah kebijakan ekonomi Indonesia akan dipertahankan sampai akhir tahun, dengan memperhatikan kurva pandemi.

“Dalam catatan DBS Group Research, Stacking up Indonesia’s policy stance against other EMs, kami menyatakan bahwa bank sentral telah menjaga kredibilitasnya dengan baik, yang ditunjukkan dengan penurunan ekspektasi inflasi sejalan dengan waktu. Hal ini memungkinkan target inflasi turun sejalan dengan waktu ke kisaran 2-4% saat ini,” kata Radhika dalam analisis yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.

Tahun ini, kecenderungan BI untuk mendorong pertumbuhan kemungkinan akan dilakukan melalui langkah-langkah non-suku bunga. Seperti, penyediaan likuiditas, kebijakan makroprudensial, dorongan untuk transmisi suku bunga, dan peran pendukung di pasar obligasi, seperti tahun lalu.

Bulan Januari, bank sentral menegaskan kembali rencana pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana, yang bertujuan untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Terkait yang terakhir, BI telah membeli obligasi senilai Rp40,8 triliun di pasar perdana pada pertengahan Februari, 45% diantaranya melalui pembelian langsung (private placement).

Kepemilikan bruto bank sentral atas obligasi pemerintah meningkat menjadi 22,7% dari total obligasi beredar, ini mendekati porsi investor asing, yang sebesar 25%, pada akhir 2020.

“Dengan penerbitan obligasi neto (bersih) tahun 2021 dipatok lebih dari Rp1.000 triliun, kehadiran aktif pemain domestik akan diperlukan untuk memastikan kelancaran program pinjaman. Investor asing telah kembali ke pasar utang sejak triwulan empat, tahun lalu, dibandingkan dengan arus keluar pada triwulan ke-1 2020.

Terkait suntikan likuiditas melalui pelonggaran kuantitatif terhadap industri perbankan, dukungan yang diberikan mencapai Rp 750,4 triliun Rupiah (~4,9% dari PDB), dengan Rp 727 triliun merupakan anggaran untuk tahun lalu dan sisanya untuk 2021.

BACA JUGA:   Industri Hilir Atsiri Didorong Kuasai Riset-Inovasi

“BI juga terus menekankan perlunya transmisi kebijakan yang dipercepat karena jurang lebar antara tingkat suku bunga deposito berjangka pendek satu bulan, suku bunga kebijakan dan suku bunga dasar,” kata Radhika.

Tags: ekonom dbspertumbuhan ekonomi 2021radhika rao
Previous Post

Luncurkan Tabungan Investa, BTN Serius Bidik Kalangan Menengah-Atas

Next Post

Biznet Terus Ekspansi Layanan di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR