Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama (Dirut) Pertamedika IHC dr. Fathema Djan Rachmat hari ini (Sabtu, 27/2/2021), meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk awak media di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Peninjauan ini juga untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para tenaga kesehatan yang bertugas dalam kegiatan vaksinasi tersebut.
Vaksinasi massal bagi awak media ini dimulai sejak Kamis (25/2/2021) hingga Sabtu (27/2/2021). Presiden Joko Widodo sempat memantau kegiatan vaksinasi untuk insan pers di DKI Jakarta pada hari pertama kemarin.

Dalam program ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Dewan Pers. Para nakes yang tergabung dalam Pertamedika IHC Grup juga terlibat dalam kegiatan vaksinasi ini.
dr. Fathema Djan Rachmat sebelumnya menyatakan Pertamedika IHC dengan dukungan penuh dari Kementerian BUMN dan PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan, akan terus mengupayakan peningkatan layanan vaksinasi covid-19 di seluruh jaringan Rumah Sakit dan Klinik.

Selain dilengkapi fasilitas vaksinasi Covid-19 yang sesuai dengan standar, Pertamedika IHC juga terus melakukan upskilling bagi para nakes sehingga proses vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional yang telah memiliki sertifikat pelatihan pemberian vaksin.
Diikuti 5.500 Peserta
Terkait pelaksanaan vaksinasi untuk awak media, menurut keterangan petugas, pada hari pertama dan kedua kemarin diikuti 3.300 peserta. Sabtu ini ada sekitar 2.200 peserta sehingga total ada 5.500 awak media yang divaksin selama tiga hari ini.

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Sebelum memasuki area registrasi, peserta diarahkan mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya. Mereka kemudian dipersilakan menunggu di kursi yang telah disediakan.

Proses vaksinasi diawali dengan validasi data. Setelah itu, peserta mengambil nomor antrean. Setelah itu peserta akan dicek kesehatannya atau screening. Peserta akan diperiksa dan ditanyai soal riwayat penyakit yang pernah diderita. Setelah lolos proses screening, para peserta kemudian disuntik vaksin. Setelah disuntik, para peserta menjalani proses observasi dan diminta menunggu selama 30 menit. Apabila tidak ada gejala dan keluhan, para peserta diperkenankan pulang.

Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
