Jakarta, TopBusiness—Industri FMCG (fast moving consumer goods) di Indonesia telah mengalami penurunan yang stabil pada tahun 2020. Meningkatnya kasus Covid-19, pembatasan mobilitas yang lama, dan kepercayaan konsumen yang rendah telah berkontribusi pada hal ini.
“Segmen kecantikan dan riasan mengalami penurunan tajam pada bulan April sampai 20 Mei, dan telah pulih setelah tanggal 20 Juni, sesuai dengan NielsenIQ Indonesia Beauty Report,” kata Fairina Masud, Director Retail Intelligence, NielsenIQ, dalam keterangan tertulis untuk media, kemarin malam.
Pergerakan positif ini dikaitkan dengan dimulainya kembali aktivitas normal di bawah protokol kesehatan yang direkomendasikan. Pertumbuhan pemulihan diamati sejak 20 Juni pascapenetapan PSBB yang lebih ketat (pertengahan Maret 20 sampai pertengahan Mei 20). Namun, meski sudah pulih, kategori perawatan pribadi secara keseluruhan belum kembali ke tingkat normal.
Fairina mengatakan, “Kami melihat gelombang baru pelanggan tumbuh dan mencari pengembangan produk baru dan diluncurkan dalam kategori kecantikan. Penetapan harga produk adalah tren baru di beberapa kategori perawatan pribadi, seperti serum, micellar water, vitamin rambut, dan lain-lain. Dengan perubahan normal baru, produsen mungkin perlu fokus pada inovasi produk dan tren yang akan datang agar tetap kompetitif di kondisi pasar yang menantang.”
