Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Sepertinya Indeks sudah mulai masuk periode koreksi.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0.77% di level 6252.71. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.
“Namun di sisi lain, terlihat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG,” jelas Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Rabu (24/3/2021).
Dengan kondisi pasar tersebut, kata Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG akan berada pada rentang 6167.72 hingga 6307.84.
Berikut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– AKRA, dengan daily (3320). RoE: 8.47%; PER: 14.92x; EPS: 221.80; PBV: 1.27x; Beta: 1.76. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 3290 – 3320, dengan target harga secara bertahap di level 3370, 3540, 3720 dan 3890. Support: 3270 & 3190.
– ASII, dengan daily (5575). RoE: 8.27%; PER: 13.91x; EPS: 399.11; PBV: 1.15x; Beta: 0.81. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish counterattack candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 5500 – 5600, dengan target harga secara bertahap di level 5700, 5800, 6600, 6650 dan 7775. Support: 5400 & 5000.
– DOID, dengan daily (450). RoE: -1.73%; PER: -52.65x; EPS: -8.55; PBV: 0.91x; Beta: 3.31. Terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 450 – 456, dengan target harga di level 420. Resistance: 470.
– GGRM, dengan daily (36775). RoE: 12.98%; PER: 9.28x; EPS: 3962.96; PBV: 1.22x; Beta: 0.93. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 36200 – 36800, dengan target harga secara bertahap di level 37200, 39075, 40550, 45600 dan 46000. Support: 36075 & 35125.
– UNTR, dengan daily (21450). RoE: 9.51%; PER: 13.08x; EPS: 1622.49; PBV: 1.25x; Beta: 0.82. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 21300 – 21500, dengan target harga secara bertahap di 22050, 22650, 25175, 27725, 30250 dan 34500. Support: 21300 & 20100.
– WEGE, dengan daily (220). RoE: 6.98%; PER: 13.90x; EPS: 15.97; PBV: 0.97x; Beta: 2.23. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 214 – 220, dengan target harga secara bertahap di level 230, 250, 314 dan 378. Support: 200.
FOTO: Rendy (TopBusiness)
