Jakarta-Thebusinessnews. Karena persediaan lahan (land bank) industri PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) hanya tersisa 100 hektar, akan berpotenis menurunkan pendapatannya .Dampak berikutnya berpotensi memicu penurunan peringkat perseroan yang saat ini berada di posisi idA atau stabil.
Analis Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Anies Setyaningrum mengatakan hasil pemeringkatan SSIA ada pada posisi ‘idA ‘ untuk perusahaan dan obligasi I 2012. Peringkat itu untuk periode 5 Agustus 2015-1 Agustus 2016,” pemberian peringkat tersebut didukung oleh kualitas aset yang baik dan posisi pasar yang kuat pada industri konstruksi swasta. “Saat ini ada rencana dari perusahaan untuk menambah utang,” kata dia, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 21 Agustus 2015
Selain itu faktor lain yang mendukung peringkat SSIA terkait dengan proteksi arus kas yang di atas rata-rata.
Namun, , ada beberapa faktor yang membatasi peningkatan rating SSIA, seperti persediaan lahan industri yang tersisa hanya 100 hektar. Padahal selama ini SSIA mengandalkan penjualan lahan industri. ” Porsi pendapatan dari lahan industri mencapai 50 persen, sehingga kalau tidak ada pengantinya pendapatan mereka bisa turun” terang dia.
Anies mengungkapkan, peringkat SSIA juga berpotensi mengalami penurunan akibat pelemahan sejumlah indikator makroekonomi di dalam negeri. “Karena, sifat bisnis dan konstruksi yang sensitif terhadap perubahan makroekonomi,” ujar Anies.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, peringkat SSIA bisa ditingkatkan jika perusahaan konsisten mencapai target pertumbuhan pendapatan dari ekspansi bisnisnya.
“Selain itu, jika bisa meningkatkan leverage keuangan secara moderat dan proteksi arus kas di atas rata-rata,” papar Anies.
Dia menyebutkan, peringkat SSIA bisa diturunkankan jika pendapatan dan EBITDA secara signifikan lebih rendah dari target, karena tertundanya penyelesaian proyek kunci. “Peringkat dapat diturunkan jika rasio debt to EBITDA melebihi 3,5 kali,” ucapnya.(AZ)