Jakarta, TopBusiness – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (25/3/2021) ini.
Dalam RUPST itu, selain agenda membagi dividen ke pemgang sahamnya sebesar Rp12,1 triliun, juga ada agenda pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Menurut Direktur Utama BRI, Sunarso, secara umum kinerja keuangan konsolidasian perseroan secara konsisten tumbuh di atas industri perbankan nasional sebagaimana tercermin dalam Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Beberapa indicator pencapaian itu antara lain, total aset perseroan mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7% year-on-year (yoy).
Untuk pertumbuhan kredit mencapai 3,9% (yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun dengan komposisi kredit segmen UMKM mencapai 82,1%. Sementara itu untuk rasio kresit bermasalah atau non performing loan (NPL) Gross BRI tercatat 2,99 persen.
“NPL yang terjaga ini merupakan bentuk keberhasilan perseroan dalam pengelolaan aset yang baik pada kondisi krisis,” jelasnya, usai RUPST, hari ini.
Selanjutnya, untuk penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil tumbuh 9,8% pada tahun 2020 menjadi Rp1.121,1 triliun dengan Rasio CASA sebesar 59,7%. Dengan begitu, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp18,66 triliun.
Periode krisis kali ini, tegas Sunarso, semakin membuktikan konsistensi perseroan dalam menyelamatkan UMKM, sehingga mampu ‘Mengubah Kesulitan menjadi Ketangguhan’.
Beberapa strategi yang diimplementasikan perseroan antara lain: penyelamatan UMKM melalui program restrukturisasi kredit dan ‘Business Follow Stimulus’ untuk menumbuhkan bisnis dan loan demand dengan menjadi mitra pemerintah pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Aksi Korporasi
Selain itu, perseroan secara group juga terus mengambil langkah strategis dan inovatif dalam rangka penciptaan diversifikasi income dan integrated financial services. Sehingga mampu melengkapi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Beberapa aksi korporasi yang dilakukan perseroan selama tahun 2020 itu di antaranya strategic partnership dengan FWD Financial Services Pte.Ltd untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis BRI Life.
Lalu, penambahan penyertaan kepada BRI Finance dengan tujuan untuk mengembangkan consumer financing serta penggabungan BRI Syariah bersama dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah untuk menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dengan demikian, BRI Group saat ini terdiri dari tujuh perusahaan anak, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk, BRI Remittance Co. Ltd Hong Kong, PT Asuransi BRI Life, PT BRI Multifinance Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BRI Ventura Investama, dan PT BRI Asuransi Indonesia.
FOTO: Dirut BRI, Sunarso (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo selaku Komisaris Utama BRI, saat RUPST Bank BRI, Kamis, 25 Maret 2021. (Istimewa)
