TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Modal Asing ke RI Tercatat Meningkat

Achmad Adhito
26 March 2021 | 13:04
rubrik: Ekonomi
FOTO – Trafik Jalan Tol Tertekan Wabah COVID-19

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan IV 2020 mencatat penguatan aliran masuk modal asing. Pada akhir triwulan IV 2020, PII Indonesia mencatat kewajiban neto 281,2 miliar dolar AS (26,5% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan posisi kewajiban neto pada akhir triwulan III 2020 yang tercatat sebesar 260,0 miliar dolar AS (24,3% dari PDB).

“Peningkatan kewajiban neto tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN), sejalan dengan penguatan aliran masuk modal asing,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, di Jakarta hari ini.

Peningkatan posisi KFLN Indonesia pada periode laporan didukung oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio dan investasi langsung ke pasar keuangan domestik, seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang mereda.

Erwin mengatakan, posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 meningkat 5,2% (qtq) dari 651,6 miliar dolar AS menjadi 685,5 miliar dolar AS. Peningkatan posisi KFLN tersebut disebabkan oleh kenaikan posisi kepemilikan asing pada instrumen surat utang pemerintah dan arus masuk investasi langsung dalam bentuk ekuitas.

“Faktor perubahan lainnya adalah revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik berdenominasi Rupiah yang mendorong kenaikan posisi KFLN, seiring dengan perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penguatan Rupiah terhadap dolar AS,” katanya.

BACA JUGA:   Lonjakan Kendaraan Masa Nataru di JTTS
Tags: modal asing
Previous Post

Dua Faktor Ini Untungkan Pasar Saham AS

Next Post

Gandeng LAZ BSMU, Bank BSI Cetak Wirausahawan Milenial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR