Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nickey Widyawati, menyatakan masyarakat tak perlu panik dengan kejadian kebakaran di komplek kilang BBM Balongan-Jawa Barat.
“Masyarakat jangan panic buying dengan kejadian kebakaran di komplek kilang BBM Balongan Jawa-Barat. Dimana kejadian kebakaran ini terjadi pada tangki penyimpanan BBM Nomor P30 yang terjadi insiden kebakaran pada pukul 00.45 dini hari senin pagi”, tegas Nickey dalam konferensi pers dengan mass media melalui daring jaringan zoom pada pagi ini 29/3,
Nickey menjelaskan, kejadian insiden tersebut sedang dilakukan kajian investigasi penyebab kebakaran. Dan hingga saat ini pihak Pertamina Balongan dan kantor pusat, serta unit lain dan juga pemerintahan daerah turut membantu mengatasi pemadaman dan juga melakukan sterilisasi di lokasi terdampak.
Kegitaan pemadaman terus berlangsung, serta juga dilakukan pendinginan lokasi kilang, dan juga dilakukan evakuasi masyarakat terdekat yang sangat terdampak langsung.
“Masyarakat jangan panic buying, dengan insiden ini, karena yang terbakar hanya tangki penyimpanan BBM saya, sementara kilang tidak bermasalah, dan saat ini kilang Balongan telah melakukan pemadaman semetara prosesing plantnya. Saat ini kondisi dikawasan kilang Balongan ini sudah dapat terkendali, beberapa korban luka-luka 10 orang sudah tertangani dengan baik, 5 orang sudah dapat pulang ke rumah masing-masing. Sementara 5 lagi masih dalam perawatan”, jelas Nickey.
Sementara itu Dirut Logistik, Mulyono, mengatakan bahwa stok BBM nasional sangat-sangat aman, dikarenan kejadian kebakaran ini sudah menjadi perhitungan bagi Pertamina jika terjadi insiden, karena suplai BBM bisa dilayani dari kilang lainnya, seperti Cilacap, serta kilang lainnya.
“Stok BBM sangatlah luber, 10,5 juta barel untuk Gasolin dengan ketersedian 28 hari , ketersedian Solar 88,8 juta barel atau stok 20 hari kerja, sementara stok Aftur sebanyak 3,2 juta barel untuk stok 24 hari kerja. Rata stok BBM dalam kondisi normal bisa di atas 20 hari kerja”, tegas Mulyono.
Prakiraan kerugian kebakaran kilang Balongan ini 400 ribu barel per hari, dan diperkjirakan kilang akan mulai berpoduksi kembali 4-5 hari mendatang.
Pertamina Evakuasi Warga
Pertamina pastikan keamanan warga di sekitar lokasi kejadian dengan melakukan evakuasi ke tempat aman. Diperkirakan saat ini terdapat sekitar 200-an warga yang diungsikan di Pendopo Kabupaten Indramayu, sekitar 400 orang di Islamic Center Indramayu dan sekitar 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra.
Pertamina juga tengah mengupayakan berbagai bentuk bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga di pengungsian.
Warga yang diungsikan berasal dari desa Balongan yang merupakan desa yang berlokasi paling dekat dengan tempat kejadian. Di tempat pengungsian, Pertamina menyiapkan kelengkapan pencegahan covid 19 berupa masker dan hand sanitizer, serta memastikan warga tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid.
Untuk logistik, Pertamina akan bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Indramayu untuk membantu penyediaan konsumsi bagi warga di pengungsian. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan terpal serta kebutuhan warga lainnya di pengungsian.
Sementara itu, upaya pemadaman masih terus berlangsung. Pertamina mendatangkan tim HSSE (Health Safety, Security and Environment) dari unit kilang terdekat yakni Kilang Pertamina Cilacap, Pertamina EP, Kilang Pertamina Plaju serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Indramayu untuk segera mengupayakan pemadaman kebakaran kilang.
Seperti yang telah diketahui, bahwa pada pukul 00.45 dini hari tadi, telah terjadi insiden yang menyebabkan terjadinya kebakaran di tangki T301G. Penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti, namun pada saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.
Kilang yang terbakar adalah kilang Balongan yang berlokasi di Desa Balongan, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat.
Foto: kompas.com
