Jakarta, TopBusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI optimistis penyaluran kredit semakin terakselerasi mulai kuartal II tahun 2021 ini. Kondisi perekonomian global maupun domestik tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, adanya program vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah, ditambah berbagai stimulus dari otoritas fiskal maupun regulator di sektor keuangan, akan berdampak positif pada pertumbuhan kredit perseroan.
“Kami sangat yakin, mungkin di kuartal II dan seterusnya dengan adanya program vaksinasi yang mulai berjalan begitu baik, kita yakin akan tumbuh confidence dari masyarakat dan juga ekonomi akan mulai bergulir, mulai kembali akan membaik,” ujar Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar saat konferensi pers virtual RUPST BNI seperti dikutip, Selasa (30/3/2021).
Royke memprediksi penyaluran kredit perseroan bisa melesat hingga 8 persen secara tahunan (yoy) di tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi selama tahun lalu yang tumbuh 5,3 persen (yoy).
“Kami proyeksi pertumbuhan kredit 6-7 persen, jadi itu proyeksi kami, kalau bisa membaik, mungkin di 8 persen. BNI melakukan banyak perbaikan di internal, di proses kredit, transaksi, supaya lebih efisien,” ujar Royke
Dia melanjutkan, kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor properti, yang didukung loan to value (LTV) hingga 100 persen atau uang muka alias DP 0 persen, dinilai akan mampu memulihkan perekonomian di tahun ini.
“Karena juga memang terasa bahwa pemerintah itu all out untuk pemulihan ekonomi ini, dengan beberapa kebijakan-kebijakan yang cukup bagus banyak terkait dengan kebijakan pemberian PPnBM yang 0 persen, kemudian untuk LTV properti, dan banyak lagi,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2020, realisasi penyaluran kredit BNI mencapai Rp 586,2 triliun atau tumbuh 5,3 persen (yoy). Capaian ini lebih tinggi dari realisasi penyaluran kredit industri perbankan yang minus 2,41 persen (yoy).
