Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemhannya. Kondisi tersebut tak lepas dari masih adanya sentiment negatif yang bisa mengganjal Indeks.
Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, IHSG ditutup melemah signifikan 1.55% di level 6071.44 pada Selasa, 30 Maret 2021 kemarin. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Namun sayangnya, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Dan di sisi lain, juga terlihat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG,” katanya dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Rabu (31/3/2021).
Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG akan berada pada kisaran 5940.11 hingga 6167.72.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– ACES, dengan daily (1565). RoE: 14.16%; PER: 37.52x; EPS: 41.31; PBV: 5.33x; Beta: 0.69. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 1535 – 1565, dengan target harga secara bertahap di level 1540, 1595, 1815, 2040 dan 2260. Support: 1475.
– ASII, dengan daily (5400). RoE: 8.27%; PER: 13.72x; EPS: 399.11; PBV: 1.13x; Beta: 0.81. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 5300 – 5400, dengan target harga secara bertahap di level 5550, 5700, 5850, 6000, 6650 dan 7775. Support: 5000.
– AUTO, dengan daily (1190). RoE: 0.02%; PER: 2531.91x; EPS: 0.47; PBV: 0.51x; Beta: 1.18. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1180 – 1190 area, dengan target harga secara bertahap di level 1240, 1375 dan 1510. Support: 1135.
– BMTR, dengan daily (266). RoE: 4.97%; PER: 4.46x; EPS: 60.03; PBV: 0.22x; Beta: 1.89. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 260 – 266, dengan target harga secara bertahap di level 280, 320, 360 dan 400. Support: 260 & 240.
– BSDE, dengan daily (1165). RoE: 1.82%; PER: 39.45x; EPS: 29.53; PBV: 0.72x; Beta: 1.65. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level level 1155 – 1165, dengan target harga secara bertahap di level 1215, 1360, 1505 dan 1650. Support: 1140 & 1070.
– BWPT, dengan daily (112). RoE: -27.07%; PER: -3.57x; EPS: -31.41; PBV: 0.97x; Beta: 2.05. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 110 – 112, dengan target harga secara bertahap di level 119, 128, 149 dan 170. Support: 107 & 102.
FOTO: Rendy (TopBusiness)
