Jakarta, TopBusiness – Industri perfilman Indonesia terus berpacu diri untuk terus bangkit di era new normal saat pandemic Covid-19 ini. Padahal pada tahun 2019 lalu, industri perfilman sedang bertumbuh dengan sangat pesat dan terpaksa harus tiarap kala pandemic melanda.
Menurut data dari filmindonesia.or.id, pada tahun 2019 lalu film nasional telah ditonton oleh hampir 52 juta orang. Namun sayangnya, industri perfilman nasional masih belum bergerak secara optimal.
Terlihat dari jumlah perolehan film nasional yang hingga Maret 2021 baru dinikmati oleh sekitar 445 ribu penonton. Salah satu faktor penyebab di antaranya stigma negatif mengenai kegiatan menonton di bioskop.
Untuk itu, setelah melalui berbagai penyesuaian peraturan terkait pergerakan sosial, adaptasi kebiasaan baru serta proses vaksinasi selama satu tahun masa pandemi, kini pelaku industri ini muai otpimis.
Maka dari itu, dalam rangka merayakan Hari Film Nasional, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk #KembalikeBioskop, Cinema XXI menggandeng startup bioteknologi Nusantics melakukan penelitian bersama untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus SARS COV-2 dalam udara di studio bioskop.
Sejauh ini, menurut pihak Cinema XXI sendiri sebagai hilir dari industri perfilman nasional, bioskop telah mengedepankan keamanan dan kenyamanan pengunjung dan seluruh karyawan.
Komitmen untuk membuat penonton merasa aman dan nyaman diwujudkan melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan anjuran Pemerintah Pusat dan Daerah, proses disinfeksi ruangan secara berkala, pemasangan lampu UV – C serta memperhatikan proses sirkulasi udara (memastikan supply fresh air) dalam ruangan bioskop.
Untuk itu, tim peneliti dari Nusantics melakukan pengambilan sampel udara dengan sebuah alat khusus di lima lokasi bioskop Cinema XXI pada 23-27 Maret 2021 lalu. Pengambilan sampel dilakukan sebelum jam tayang pertama dan setelah jam tayang terakhir di studio bioskop. Hasilnya, “Tidak Ditemukan” partikel virus SARS COV-2 atau mutasinya seperti B.1.1.7, B.1.351, E484K dan D614G pada bioskop XXI yang diteliti.
Dalam keterangan resmi yang diterima TopBusiness, dikutip Kamis (1/4/2021), Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI, dengan hasil tersebut, pihaknya semakin semangat menyambut masyarakat #KembalikeBioskop untuk menuntaskan kerinduan dalam menikmati pengalaman menonton di bioskop.
“Kami berharap, bioskop sebagai hilir dari industri perfilman nasional dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perfilman Tanah Air dan pertumbuhan ekonomi,” kata Dewinta.
“Dengan demikian, industri perfilman bangsa dapat kembali bangkit. Meski aman, kami tetap mengimbau penonton setia Cinema XXI untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berkunjung ke bioskop dan menunda pergi ke bioskop bila merasa kurang sehat,” imbuhnya.
Revata Utama selaku Chief of Technology Officer (CTO) Nusantics menambahkan, “Kami sangat berterimakasih kepada Cinema XXI yang telah mempercayakan kapabilitas Nusantics di bidang riset dan teknologi microbiome untuk meneliti udara dalam bioskop.”
Kerjasama ini, kata dia, merupakan bentuk dukungannya agar industri film Tanah Air dapat bangkit kembali dan hasilnya dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan masyarakat untuk #KembalikeBioskop dengan aman, karena Cinema XXI telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.
Nusantics sendiri berpengalaman sebagai medical diagnostic scientist, dan Revata memimpin tim peneliti di Nusantics untuk melakukan berbagai riset salah-satunya yang berfokus pada pengembangan riset diagnostik terkait microbiome (kumpulan bakteri, virus, jamur dan arkea) dengan lingkungan, kesehatan manusia, hingga kecantikan.
FOTO: Istimewa
