TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Obligasi Lautan Luas Diganjar Peringkat idA-, Outlook Stabil

Busthomi
8 April 2021 | 11:52
rubrik: Capital Market
Obligasi Lautan Luas Diganjar Peringkat idA-, Outlook Stabil

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menegaskan peringkat “idA-” terhadap PT Lautan Luas Tbk (LTLS), Obligasi Berkelanjutan II/2017 dan Obligasi Berkelanjutan III/2020. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh analis Pefindo, Aishantya dan Aryo Perbongso, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (8/4/2021).  

Menurutnya, peringkat ini mencerminkan posisi pasar LTLS yang kuat di industri, ditopang oleh produk dan segmen pasar yang terdiversifikasi dengan baik, operasi bisnis yang terintegrasi, dan manajemen operasi yang baik menghasilkan margin yang relatif stabil.

“Namun begitu, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan perusahaan yang tinggi, dan sensitivitas terhadap perubahan kondisi makro ekonomi,” ujar dia.

Peringkat dapat dinaikkan jika LTLS secara substansial melebihi target pendapatan dan EBITDA secara berkelanjutan. Hal ini harus disertai dengan peningkatan leverage keuangan secara berkelanjutan dengan rasio utang terhadap EBITDA dan utang terhadap ekuitas (DER) yang masing-masing kurang dari 3,0x dan 1,0x, juga rasio fund from operations (FFO) terhadap utang diatasi 20%.

Dan peringkat dapat diturunkan jika arus kas Perusahaan melemah secara substansial sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi dan/atau terjadi kenaikan utang yang signifikan lebih tinggi dari proyeksi, tanpa diimbangi dengan peningkatan yang signifikan dalam profil bisnisnya.

BACA JUGA:   Diganjar idAAA, BTN Cetak Sejarah Gaet Peringkat Tertinggi Pefindo

“Kami melihat efek dari COVID-19 ke perusahaan adalah moderat. Meskipun pandemi dapat melemahkan permintaan LTLS, dan juga mengganggu kegiatan operasional, terutama ekspor-impor. Kami melihat hal ini dapat dikompensasikan dengan kemampuan Perusahaan untuk dapat menjaga marjin profitabilitasnya dengan stabil, sehingga EBITDA masih berada di level yang dapat dijaga,” ujarnya.

“Kami akan terus memantau efek wabah COVID-19 terhadap operasi bisnis dan/atau profil keuangan Perusahaan dalam jangka waktu dekat hingga menengah, seperti gangguan signifikan terhadap arus kas, yang mana dapat menurunkan peringkat LTLS merupakan perusahaan distribusi dan produsen kimia dasar dan khusus terdepan di Indonesia.”

Perusahaan memperoleh pendapatan dari tiga divisi: distribusi, manufaktur, dan service. Per 31 Desember 2020 lalu, pemegang saham perusahaan terdiri dari PT Caturkarsa Megatunggal (54,7%), publik (40,2%, dengan masing-masing kepemilikan di bawah 5%), sedangkan sisanya dimiliki oleh manajemen.

FOTO: Istimewa

Tags: pefindoperingkat utangPT Lautan Luas Tbk
Previous Post

CSV Bisa Seimbangkan Hubungan Antar-Pihak

Next Post

Kementerian BUMN Peroleh Hibah Mobil Listrik dari Mitsubishi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR