TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tak Bagi Dividen, BRI Agro Terus Pupuk Modal Jelang Transformasi Bank Digital

Busthomi
9 April 2021 | 22:42
rubrik: Capital Market
Tak Bagi Dividen, BRI Agro Terus Pupuk Modal Jelang Transformasi Bank Digital

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) atau BRI Agro bakal terus memupuk permodalan guna bertransformasi menjadi bank digital yang ditargetkan sudah rampung pada akhir 2021 ini.

Untuk itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) para pemegang sepakat untuk tidak menebar dividen di tahun ini. Pasalnya, semua laba yang diperoleh pada 2020 lalu bakal dialokasikan untuk memperkuat permodalan perseroan.

“Saol penggunaan laba tahun 2020 lalu, RUPST sudah sepakat untuk tidak ada dividen. Mengingat semua laba akan dimasukan sebagai cadangan laba ditahan. Ini dilakukan sebagai langkah transformasi bisnis menjadi bank digital, sehingga butuh modal kuat,” tegas Direktur Utama AGRO, Kaspar Situmorang usai RUPST di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Permodalan perseoan sendiri, hingga akhir Desember 2020 lalu masih relative kuat. Tercatat, BRI Agro memiliki ekuitas yang solid dengan posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level 24,33%. Angka ini berarti masih jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator.

Sementara dari sisi likuiditas, rasio likuiditas (LDR) BRI Agro juga masih dapat terjaga pada level aman yakni sebesar 84,76% sesuai parameter yang ditetapkan oleh regulator. Selain itu, tingkat likuiditas diluar rasio LDR yaitu RIM masih tetap terjaga pada level 86,02%.

Sementara itu, perseroan sendiri masih mencatatkan laba bersih di tengah kinerja perbankan yang masih berat akibat pandemi Covid-19. Menurut Kaspar, di tengah kondisi ekonomi yang berdampak karena pandemi, perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih sebesar Rp31,26 miliar pada tahun 2020.

“Perolehan laba bersih tersebut memang masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi perbankan nasional yang mengalami koreksi penurunan laba bersih pada Desember 2020 yang diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19,” terang dia.

BACA JUGA:   Tekanan Jual Berkurang, Indeks masih Negatif

Profitabilitas yang baik itu tak lepas dari kinerja kredit perseroan yang masih bertumbuh. Penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari Rp19,37 triliun pada 2019 menjadi Rp19,49 triliun pada 2020. Dengan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,75% (yoy) dari Rp21,14 triliun pada 2019 menjadi Rp22,99 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

Dengan posisi kredit yang masih positif itu, maka terjadi peningkatan total aset per 31 Desember 2020. Di mana perseroan mencatat pertumbuhan total aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp27,7 triliun pada 2019 menjadi Rp28,02 triliun pada 2020 (audited). 

Adapun untuk posisi rasio non performing loan/NPL Gross tercatat sebesar 4,97%. Namun ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya, NPL Gross sebesar 7,66% pada 2019. Sementara itu NPL Net pada 2020 sebesar 2,73% dibandingkan dengan NPL Net 2019 sebesar 4,86%.

Sementara itu, dalam agenda RUPST selanjutnya, pemegang saham telah menyetujui perubahan susunan pengurus BRI Agro yang baru. Sehingga, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI Agro adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Budi Satria; Komisaris Independen: Eko B.Supriyanto; Komisaris Independen: Rina Saadah; Komisaris Independen: Rama Notowidigdo; Komisaris: Achmad F.C Barir.

Direksi:

Direktur Utama: Kaspar Situmorang; Direktur Keuangan dan Operasional: Arif Wicaksono; Direktur Digital Bisnis: Bhimo Wikan Hantoro; Direktur Retail Agri dan Pendanaan: Sigit Murtiyoso; Direktur Enterprise Risk Management, Compliance and Human Resource: Ernawan.

Rapat sendiri dihadiri oleh pemegang saham mewakili 92,58%  atau sejumlah 19.759.508.611 saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan yaitu 21.343.290.230 saham.

FOTO: Istimewa

Tags: bank digitalBRI agrodividen
Previous Post

Di Akhir Pekan, IHSG Terkontraksi 1,52 Poin

Next Post

Kucurkan Dana Senilai Rp500 Juta, Bukti BTN Peduli Korban Bencana di NTT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR