Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak flat, jelang bulan Ramadhan ini.
Dalam laman samuel.co.id, melalui daily research report di Jakarta, Senin (12/04/2021), menjelaskan penutupan pekan lalu (9/04) pasar Amerika bergerak menguat, masih diperdagangkan pada zona all-time high.
Indeks Dow Jones menguat 0,9%, diikuti S&P500 (0,8%), dan Nasdaq (0,5%). Yield UST 10Y masih stabil di level 1,66% pada penutupan pekan lalu. Sentimen yang dapat diperhatikan dari pasar global adalah reaksi investor terhadap pemangkasan proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang turun dari 6,0% ke 5,8%.
Selain itu, dapat dicermati juga lonjakan data pengangguran mingguan AS yang tercatat sebanyak +744 ribu, diatas ekspektasi konsensus sebesar +694 ribu.
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 4.127 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (11/4) (Sabtu: 4,723 kasus) dengan positive rate sebesar 13,3% (Sabtu: 10,8%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1.56 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,41 juta di antaranya sembuh (recovery rate 90,3%).
Terkait vaksinasi, sejauh ini 10.0 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+90 ribu pada Minggu) dan 5.1 juta telah menerima dosis kedua (+49 ribu pada Minggu), merefleksikan 5.5% dari total target.
IHSG menguat 0,98% selama sepekan lalu namun bergerak cenderung flat -0,02% pada hari Jumat (9/4) ke level 6.077. Selama sepekan lalu, tercatat net sell asing sebesar Rp 1,8 triliun, dan Jumat lalu terjadi net sell sebesar Rp 33,1 miliar.
Pekan ini terdapat rilis data penjualan ritel (prev: -16.4%), dan neraca perdagangan (prev: USD 2.01 miliar) periode Maret 2021. Pekan ini merupakan awal dari bulan Ramadhan, sehingga kecenderungan mengakibatkan sepinya transaksi.
Foto: Rendy MR
