Jakarta, TopBusiness—Dengan pengakuan dari World Economic Forum (WEF) sebagai salah satu lighthouse global, perusahaan pertambangan Petrosea yang telah berdiri sejak tahun 1972, terus berupaya untuk bertransformasi dengan menerapkan teknologi digital di semua lini operasional.
Direktur Pertambangan Petrosea, Iman Darus Hikhman, mengatakan dalam keterangan tertulis hari ini bahwa terdapat dua hal utama dalam pengembangan digital ecosystem yang dilakukan perusahaan.
Antara lain, Petrosea berpartner dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital asal Indonesia yang memiliki kapabilitas. “Dengan banyaknya perusahaan ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu berkompetisi secara global,” ujar Iman.
Perusahaan yang masuk ke National Lighthouse Industry 4.0 punya tanggung jawab untuk aktif membagikan pengalamannya kepada industri di sektor masing-masing untuk membantu meningkatkan efisiensi, sehingga dapat sama-sama memperoleh keuntungan lewat transformasi digital.
Iman menyampaikan, transformasi digital sangat penting, terlebih di masa pandemi yang membatasi kunjungan ke site. Dari command center di Jakarta, perusahaan bisa mengoperasikan hampir 500 peralatan, empat proyek, dan 3.500 SDM.
“Selain sisi operasional dan finansial, parameter kesuksesan transformasi bisa dilihat dari keterlibatan pekerja, serta kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan di sektor industri,” paparnya.
