Bandung-Thebusinessnews. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian nasional masih kuat ditengaah gejolakn perekonomian Global yang melambat. Hal itu didukung oleh beberapa hal seperti kondisi kesehatan perbankan nasional.
Pelaksana tugas Kepala Grup Pengelolaan Relasi BI, Arbonas Hutabarat mengatakan perbankan nasional hingga Juni 2015 memiliki coverage ratio sebesar 101 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 20,1 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 88,6 persen.” Perbankan kita, kami pastikan sangat sehat,” kata Arbonas dalam acara Journalist Training di Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu 5 September 2015
Kondisi itu jelas sangat berbeda dengan kondisi awal krisis ekonomi tahun 1997-1998, dimana LDR Perbankan Indonesia pernah menembus angka 120 persen, Sementara itu indikasi lainnya, cadangan devisa yang dimiliki Indonesia sampai Juli 2015 sebesar USD107,6 miliar. Setara dengan 6,8 bulan impor dan 6,8 pembayaran utang luar negeri Pemerintah.”Cadev kita masih aman. Padahal standar IMF (International Monetary Fund) hanya tiga bulan ekspor,” kata Arbonas
Sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2015 sebesar 4,67 persen (yoy). Belanja pemerintah pun lebih baik di semester II 2015. Jika dibanding dengan Negara lain angka itu cukup baik. “ USA saja hanya tumbuh dua persen, “ papar dia. (AZ).