TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jadi Stabil, Peringkat Panorama tak Lagi Negatif

Busthomi
15 April 2021 | 14:52
rubrik: Capital Market
Panorama Siap Sewakan Armada Bus dengan Protokol Kesehatan

Jakarta TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menegaskan peringkat PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dan Medium-Term Notes (MTN) II Tahun 2018 Seri B pada posisi “idBB+”.

Dengan peringkat baru ini, Pefindo telah merevisi prospek perusahaan menjadi “stable” dari sebelumnya “credit watch dengan implikasi negatif”, seiring dengan kesiapan PANR dalam melunasi MTN yang akan jatuh tempo pada 2 Mei 2021 nanti.

Rencana pelunasan itu didukung oleh posisi kas dan setara kas sebesar Rp100 miliar per 31 Maret 2021 di samping fasilitas pinjaman dari bank yang belum digunakan sebesar Rp183 miliar.

Sebelumnya, di tanggal 26 Maret 2021 PANR telah melakukan pembelian kembali sebesar Rp50 miliar dari MTN, mengurangi nilai MTN yang beredar menjadi Rp50 miliar dari sebelumnya Rp100 miliar.

Disebutkan keterangan pers Pefindo, yang diterima Kamis (15/4/2021), obligor dengan peringkat idBB memiliki kemampuan yang sedikit lemah untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan obligor-obligor Indonesia lainnya.

Obligor tersebut menghadapi ketidakpastian yang terus berlanjut atau terpengaruh oleh pemburukan bisnis, keuangan atau kondisi ekonomi yang dapat berakibat kepada ketidakmampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangannya.

“Untungnya ada tanda tambah (+). Ini  menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan,” tegas keterangan pers itu.

Peringkat ini mencerminkan struktur permodalan yang agresif dan proteksi arus kas yang lemah, fleksibilitas keuangan yang terbatas, dan paparan terhadap kejadian yang dapat mengganggu industri pariwisata.

Peringkat tersebut diimbangi oleh posisi pasar PANR yang moderat di industri, bisnis yang terdiversifikasi dengan sinergi yang baik, dan jaringan yang luas.

“Namun begitu, peringkat dapat diturunkan apabila kondisi pelemahaan ini terus berlanjut dalam waktu dekat dan kami melihat tidak ada strategi mitigasi yang signifikan dari perusahaan untuk mengantisipasi efek COVID-19 yang berkepanjangan.”

BACA JUGA:   Pemerintah Optimis Target Pariwisata 17,6 Juta Kunjungan Tercapai

Meski begitu, peringkat juga dapat dinaikkan jika perusahaan secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis, yang harus diikuti oleh perbaikan berkelanjutan financial leverage dan proteksi arus kas perusahaan.

PANR adalah salah satu perusahaan besar yang terintegrasi di bidang pariwisata di Indonesia, dengan pilar bisnis travel and leisure, inbound, dan media.

Perseroan merupakan bagian dari Panorama Group yang juga berfokus di bisnis lainnya seperti perhotelan, transportasi, tempat rekreasi, restoran, dan kafe. Per 30 September 2020, pemegang saham PANR adalah PT Panorama Tirta Anugerah dengan kepemilikan sebesar 64,25%, diikuti oleh Satrijanto Tirtawisata (2,81%), Adhi Tirtawisata (0,75%), dan publik (32,19%).

FOTO: Istimewa

Tags: panoramapefindoperingkat utangsektor pariwisata
Previous Post

Melalui MOFIN, Kemenkeu Evaluasi Efektivitas Inovasi Manajemen

Next Post

IHSG Lanjutkan Penguatan Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR