TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Pertahankan Rating BBB saat Pandemi

Albarsyah
20 April 2021 | 11:26
rubrik: Finance
Hutama Karya Pertahankan Rating BBB saat Pandemi

Jakarta, TopBusiness – Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berhasil mempertahankan rating investment grade dari lembaga pemeringkat  international Fitch Ratings. Fitch memberikan peringkat BBB- untuk Long-Term Issuer Default  Rating dengan outlook yang stabil.

Fitch juga memutuskan untuk mempertahankan peringkat Obligasi Global Hutama Karya senilai USD 600 Juta dengan jaminan Pemerintah pada  peringkat BBB. Disaat yang sama, Fitch mempertahankan peringkat AA+(idn) untuk National  Long Term Rating dengan outlook yang stabil. Peringkat ini merefleksikan penilaian Fitch  bahwa Hutama Karya memiliki kepentingan strategis terhadap program pembangunan  infrastruktur pemerintah sebagai kontraktor dari Jalan Tol Trans Sumatera yang merupakan  jalan tol terpanjang dan salah satu proyek yang memiliki kepentingan strategis yang tinggi untuk  Indonesia. Peringkat ini berada satu notch dibawah peringkat Negara Republik Indonesia. 

Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Aloysius Kiik Ro, menyampaikan bahwa meski Hutama  Karya sedang melalui tantangan yang cukup berat ditengah pandemi Covid-19 dengan potensi  slowing down pengerjaan proyek-proyek yang sedang digarap, Pemerintah memberikan  dukungan kepada Hutama Karya untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera  melalui penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar IDR 3,5 triliun dan tambahan  PMN melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar IDR 7,5 triliun. “Di tahun 2020 memang terjadi kenaikan biaya keuangan yang sejalan dengan bertambahnya ruas tol yang  dioperasikan oleh Hutama Karya. Walau demikian, perusahaan dapat menjaga arus kas yang  positif dengan kenaikan kas dan setara kas sebesar 35% dibandingkan periode yang sama  ditahun sebelumnya, serta kenaikan aset sebesar 21% dibandingkan tahun 2019.” ujar Aloysius dalam keterangan resmi ke TopBusiness.id.

BACA JUGA:   Ingin Mengkredit, Sudah Tahukah Kredit Scoring-nya di BI?

Lebih lanjut Aloysius menyatakan bahwa ini merupakan kali kedua Hutama Karya berhasil  mendapatkan Investment Grade dari Lembaga Rating terkemuka. “Rating yang diraih Hutama  Karya ini merupakan rating tertinggi diantara BUMN Karya. Kami percaya capaian ini mampu  menjadi sentimen positif terhadap prospek pembangunan infrastruktur di Indonesia dan  meningkatkan kepercayaan investor kepada Hutama Karya kedepannya,” imbuh Aloysius.

Atas pencapaian ini, Hutama Karya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yaitu  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha  Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan  Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Perbankan, serta masyarakat yang telah mendukung proses  pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) khususnya mulai dari tahap pengusahaan jalan  tol, perencanaan, penetapan lokasi, pembebasan lahan, pendanaan, hingga pembangunan fisik. 

Sepanjang tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19 Hutama Karya tetap melanjutkan penugasan  Pemerintah untuk membangun JTTS, selaras dengan dukungan pemerintah kepada perusahaan melalui PMN, jaminan pemerintah dan dukungan konstruksi. “Dari sisi keuangan kami mampu  mempertahankan marjin EBITDA yang solid disertai dengan ketersediaan kas yang positif.  Perusahaan juga dapat memenuhi seluruh kewajiban yang telah jatuh tempo serta mendapat  dukungan dari lembaga keuangan dan non keuangan nasional melalui fasilitas Cash Defisiency  Support (CDS) yang menjamin ketersedian kas untuk mendukung percepatan pembangunan  JTTS,” tutup Aloysius Kiik Ro, Wakil Direktur Utama Hutama Karya.

Hingga akhir tahun 2020 lalu, perusahaan berhasil mengoperasikan 2 ruas tol tambahan yaitu  Pekanbaru – Dumai dan Sigli – Banda Aceh Seksi 4, sehingga saat ini total ruas tol yang sudah  beroperasi sepanjang 554 km. Keseluruhan ruas tersebut diantaranya 2 ruas tol di Pulau Jawa  yakni Ruas Tol JORR Seksi S dan Ruas Tol Akses Tanjung Priok, serta 6 ruas tol lainnya di  JTTS yakni Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang  – Kayu Agung, Ruas Palembang – Indralaya, Ruas Medan – Binjai, Ruas Pekanbaru – Dumai,  dan Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 3 & 4. Diharapkan dengan bertambahnya ruas yang  beroperasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Sumatra.

BACA JUGA:   OJK Resmikan Program Dukungan Asuransi dalam Penguatan Ekosistem Penyelenggaraan Pinjaman Daring

Selain melanjutkan pembangunan JTTS, di tahun 2021 ini, Hutama Karya juga menargetkan  kontrak baru hingga IDR 20.59 Tn dengan membidik proyek – proyek strategis nasional  pemerintah, khususnya pada proyek bendungan, infrastruktur jalan, dan EPC. Sepanjang tahun  2020, perusahaan juga berhasil survive dengan tetap mampu menggarap beberapa proyek  strategis penting di Indonesia, tentu dengan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang  ketat hingga supply vitamin kepada para pekerja, semua hal tersebut dimonitor secara harian  oleh tim QHSSE pada masing-masing proyek dan Manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat. 

Adapun proyek-proyek yang berhasil didapatkan di tengah pandemi diantaranya Proyek Irigasi  Rentang, Chevron TTM (Tahap I), Dermaga Semarang Peldam, Interchange Margabumi,  Bandara Internasional Lombok Lanjutan, Tanggap Darurat Sungai Radda dan Sungai  Rongkong, Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Bailey, Bendungan Bintang Bano Lanjutan,  RS Pendidikan Hasanudin, Politeknik STAN, Rumah Sakit Kupang, Jargas Musirawas, dan  Dermaga TBBM Tanjung Batu, hingga Pengembangan Kawasan Lumbung Pangan Baru atau  Food Estate yang berlokasi di Kalimantan Tengah.

Kemudian pada awal Maret 2021, Hutama Karya juga baru saja mendapatkan kontrak  pembangunan sisi timur kawasan sirkuit MotoGP Mandalika di Nusa Tenggara Barat, yang  mana kehadiran proyek ini dapat membawa dampak pada meningkatnya perekonomian  masyarakat sekitar serta mempersiapkan normalisasi pariwisata setelah penuntasan proses  vaksinasi Indonesia dan menjadi langkah yang baik untuk mangawali usianya yang menginjak  60 tahun. 

Previous Post

Erick Thohir: Restrukturisasi Keuangan PTPN sudah Rampung

Next Post

Kementerian PUPR Bersihkan Sampah Waduk Jatigede

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR