
Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia gencar mengkampanyekan kewajiban penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri. Hal itu mulai berdampak pada distributor alat berat asal Jepang PT Hexindo Adiperkasa Tbk ( HEXA ). Pasalnya selama ini setiap transaksi dan pembukuannya menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat.
Direktur Keuangan PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Syamsu Anwar menggakui selama dua bulan belakangan ini kewajiban penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri sudah berdampak pada pendapatan HEXA .” Sebelumnya kami masih jual dalam dollar AS beli juga dollar, sedangkan sekarang kami jualnya harus dalam bentuk Rupiah. Beli dalam bentuk Dollar “ terang dia, di Jakarta, Kamis, 17 September 2015.
Ia menambahkan, hal itu akan berdampak pada selisih nilai tukar dan perusahaan selama ini belum menggunakan lindung nilai. Namum ia belum bisa menyebut berapa besar karena pergerakan Rupiah terhadap Dollar masih belum stabil. “ Memang Rupiah sementara ini turun terus nilainya,” ujar dia.
Pada semester 1 2015 angak pendapatannya sebesar 96.juta dollar AS sementara periode yang sama tahun lalu sebesar 488 juta dollar AS. Sedangkan laba bersih semester 1 2015 hanya 2 ,6 juta dollar AS. (AZ)