Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak flat.
Dalam laporan riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, Rabu (28/04/2021) menyatakan bahwa IHSG berpeluang bergerak flat.
Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup cenderung flat. Indeks Dow flat +0,01%, diikuti S&P500 -0,02%, sementara Nasdaq melemah 0,34%. Para pelaku pasar masih memilih untuk menunggu rilis laporan keuangan dari berbagai emiten, kelanjutan proposal Presiden Amerika tentang kenaikan pajak capital gain, serta hasil rapat FOMC terkait suku bunga AS dan arah kebijakan The Fed kedepannya. Konsensus memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya.
Perkembangan kasus COVID-19 global diperkirakan akan tetap menjadi kekhawatiran utama investor. Kenaikan laju kasus di Filipina membuat negara tersebut menjadi negara ASEAN ke-2 yang memiliki lebih dari 1 juta kasus. Ledakan COVID-19 di India pun masih belum terkendali hingga saat ini.
Di Indonesia sendiri, Selasa (27/4) tercatat ada tambahan 4.656 kasus baru dan 4.884 pasien sembuh. Saat ini, total kasus aktif Indonesia tercatat mencapai 100.256 kasus. Program vaksinasi juga masih terus berjalan; hampir 12 juta penduduk Indonesia menerima vaksinasi tahap pertama dan 7.2 juta orang telah menerima vaksinasi tahap kedua.
“Kami memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak terbatas seiring dengan minimnya sentimen positif,” demikian tertulis.
Pasar juga menanti pencairan THR bagi PNS di minggu ini yang dapat menggairahkan industei ritel di tengah larangan mudik. Ada pula isu reshuffle kabinet yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, yang kami perkirakan akan membuat investor lebih memilih untuk wait and see.
EIDO semalam ditutup melemah 0,55%.
Foto: Rendy MR
