Jakarta, TopBusiness – Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional menargetkan tiap tahun melakukan peremajaan tanaman sawit (replanting) seluas 5.000 hektare (ha). Lokasi kebun yang akan direplanting berada di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Jambi.
Menurut Director Sustainability and Stakeholder Relations Asian Agri Bernard Riedo, replanting ini dilakukan secara bertahap untuk menjaga keberlangsungan produksi sawit perusahaan. Asian Agri saat ini memiliki luas kebun inti mencapai 100.000 hektare (ha).
“Dalam lima tahun terakhir, kami fokus melakukan replanting agar keberlangsungan bisnis sawit perusahaan terus berjalan,” ujar Bernard seperti dilansir, Rabu (28/4/2021).
Berdasarkan data Ditjen Perkebunan, rata-rata kebutuhan dana replanting Rp 62 juta per ha. Namun, perusahaan berupaya mengefisienkan pengeluaran biaya replanting.
Bernard menuturkan semakin besarnya luasan kebun membuat perusahaan berupaya mengelola cost lebih rendah. Perusahaan memegang tiga prinsip dalam peremajaan lahan yakni quality, productivity, dan cost. Asian Agri juga aktif mendampingi petani mitra yang akan memasuki periode replanting.
“Perusahaan memberikan perhatian penuh terhadap peremajaaan kebun sawit petani yang menjadi mitra. Asian Agri mendampingi petani sawit dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan, penanaman hingga perawatan dengan praktik agronomi terbaik. Sebab, replanting sawit rakyat sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan kesejahteraan petani sawit,” tutur dia.
Asian Agri juga melakukan pendampingan secara maksimal kepada petani. Kehadiran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Kelapa melalui hibah dana peremajaan juga dinilai sangat membantu pembiayaan petani.
