Jakarta, TopBusiness – Saat ini brand kopi Hofland yang merupakan hasil dari perkebunan kopi Subang, Jawa Barat sudah melegenda semenjak abad ke-17 di seantero dunia, baik itu Eropa, Afrika dengan Java Preangernya.
Dengan keungulan serta karateristik cita rasa kopi Jawa Barat yang sudah memiliki citra rasa bagi penikmat kopi dari luar negeri memang sudah tidak bisa dibohongi lagi.
Bulan April 2021, kopi Hofland menghiasi pameran dagang di Abudabhi, yang berlangsung 20-25 Februari 2021. Sedemikian tinggi antusiasnya para pedagang kopi internasional di ajang pameran Abudabi tersbut akhirnya terjadi kontrak penjualan kopi olah trader dari negeri Mesir dengan total permintaan 18 ton, akan tetapi oleh karena permasalahan di Terusan Suez beberapa waktu lalu maka pengirimian kopi Hofland Subang, Jawa Barat ini batal sendirinya.
Eeeh dilalah, kopi Hofland ini mendapatkan keberuntungan yang kedua kalinya, ini merupakan keberuntungan Bulan Suci Ramadan. Dimana Hofland mendapatkan kesempatan tawaran pameran yang kedua di Abudabi mulai dari tanggal 26 April hingga 1 Mei 2021.
Tentu pula Hofland masih mendapatkan kesempatan untuk membicarakan keberlanjutan ekspor untuk Mesir ini dapat ditindaklanjuti lagi. Prestasi kopi Hofland tentunya perlu mendapatkan apresiasi sangat besar bagi seluruh stakeholders, terutama Dahana dan Kabupaten Subang yang telah berhasil memberikan pembinaan kepada mitra pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga bisa menembus pasar ekspor kopi tradisional dengan langsung ada permintaan di arena pameran tersebut.
Suksesi kopi Hofland bisa berpameran ke pentas pasar global ini mungkin sebuah prestasi dari hasil kinerja Hofland pula dalam membangun kebun kopi di lahan kritis di Gunung Luhur Berkah semenjak tahun 2014 lalu. Dan memberdayakan masyarakat petani untuk terjun menanam kopi di lahan kritis lereng gunung, baik itu lahan milik masyarakat maupun di lahan perhutanan sosial milik Perhutani.
Saat ini telah terbentuk koperasi petani kopi dengan beranggotakan sebanyak 114 yang tersebar di wilayah Subang, Garut, Tasik Malaya, Bogor, Cianjur. Dengan begitu, anggotanya akan mendapatkan harga jual kopi yang lebih baik dibandingkan dengan harga yang diterima olah para pengepul alias tengkulak.
Koperasi yang dibangun ini hanya satu-satunya Koperasi se Jawa Barat ini memiliki izin sebagai “Koperasi Resi Gudang”, jadi dengan resi gudang ini kesejahteraan para pekebun kopi akan semakin terjamin dengan harga kopi yang terjaga.
Ditegaskan owner Hofland dan pendiri koperasi kopi Subang, Dwi Mustika Indah Vita, kepada TopBusiness.id dalam media visit ke pabrikasi beberapa waktu lalu. “Kami harus kreatif, serta inisiatif dalam situasi pasar yang belum juga pulih dari Pandemi Covid-19 ini. Kami membangun perkopian ini dari hulu hingga hilir, dari berkebun kopi yang baik dan benar dengan kualitas gread mutu specialty dengan rata-rata index kopinya minimal di angka 85, sementara index Hofland sendiri telah menembus angka 90 dengan mendapatkan nilai index ini dari Asosiasi Internasional (SCAI) Specialty Coffee Association of Indonesia,” katanya.
Menurut dia, kami bangun kopi Jawa Barat, Java Preanger yang sudah terkenal seantero dunia semenjak abad 17 yang lalu, citra rasa penikmat kopi dibelahan dunia ini telah terinfus dengan rasa kopi Java Preanger.
“Untuk ini kami sebagai pewaris kopi Java Preanger harus bisa pula mengembalikan kejayaan kopi Jawa Barat ke pentas dunia, karena selama ini diperdagangan kopi internasional teryata Java Preanger ini malah sudah hilang tenggelam, walaupun hasil kopinya dari Jawa barat justru yang muncul wilayah penghasil dari daerah lain. Itulah kerugian Java Preanger yang diperdagangan oleh pedagang yang kurang bertanggung-jawab dengan asal penghasil kopi tersebut”, tegas Dwi Mustika.

