TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Tunggu Rilis GDP Indonesia

Agus Haryanto
5 May 2021 | 08:04
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan Rabu (05/5/2021) diestimasikan bergerak datar, menyusul penantian rilis data GDP Indonesia.

Laporan riset harian tim Samuel Sekuritas Indonesia melalui website Samuel.co.id, di Jakarta, menyebut bahwa IHSG diperkirakan bergerak datar menjelang rilis data GDP.

Bursa saham Amerika pada perdagangan semalam ditutup cenderung melemah. Nasdaq turun 1,88%, S&P 500 0,67%. Sementara Dow Jones naik 0,06%. Pasar tertekan melemahnya saham-saham teknologi termasuk AAPL (-3.5%), GOOGL (-1.6%) dan TSLA (-1.7%).

Data rilis neraca perdagangan Amerika untuk periode Maret menunjukkan defisit sebesar USD -74,4 miliar (Feb-21: USD -71,1 miliar). Impor dan ekspor mencatatkan peningkatan masing-masing sebesar + 6,3% dan + 6,6%, dibanding bulan sebelumnya.

Dari komoditas, harga minyak menguat seiring dengan optimisme peningkatan permintaan. Pagi ini brent menguat 1,95% ke level USD 68,8 / bbl diikuti WTI yang menguat 0,53% ke USD 66,2 / bbl. Sementara itu, harga komoditas lain terpantau. Misal, harga emas meningkat  1,8%, tembaga 0,46%, sementar nikel minus 0,4% dan batubara turun 0,13%.

Bursa Asia ditutup variative. Hang Seng plus 0,70%, Kospi 0,64% dan STI  berkurang 0,18%. Sementara Shanghai dan Nikkei masih libur. EIDO ditutup melemah 0,51% pada akhir perdagangan Selasa (4/5).

IHSG naik ditutup 0,19% ke level 5.963.8. Pembelian bersih asing di pasar tercatat Rp 211,3 miliar. Pembelian bersih tertinggi di pasar reguler .kan oleh TBIG (Rp 86,8 miliar), TLKM (Rp 63,9 miliar), dan BBCA (Rp 42,6 miliar), sementara penjualan bersih tertinggi dicetak oleh ANTM (Rp 31,3 miliar), INCO (Rp 16,7 miliar) ), dan INTP (Rp 16,4 miliar). BBRI, TLKM, dan BRPT menjadi penggerak teratas, sementara penggerak paling tertinggal adalah UNVR, TPIA, TBIG.

BACA JUGA:   Listrik Desa Terangi 300 KK di Desa Mur, Papua

Sentimen yang dapat diperhatikan hari ini adalah rilis data GDP Indonesia untuk 1Q21 (prev: -2.19% yoy dan -0.42% qoq, konsensus: -0.74% yoy dan -1.04% qoq, proyeksi SSI: -1% yoy).

Kasus baru COVID-19 Indonesia pada Selasa (4/5) diumumkan sebanyak 4.369 kasus (-7.6%) dengan tingkat positif sebesar 8,5%. Sejauh ini, total kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1,686 juta kasus, dengan 1,541 juta di antaranya sembuh (91,4% tingkat pemulihan).

Terkait vaksinasi, vaksin dosis pertama telah diberikan kepada 12,7 juta orang di Indonesia (+127,492 harian) dan dosis kedua sebanyak 7,981 juta (+153,859 harian) atau setara dengan 7,0% dari target total.

“Kami perkirakan IHSG masih akan cenderung sideways, dengan pelaku pasar yang kemungkinan akan menunggu rilis data GDP Indonesia untuk kuartal pertama 2021,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Masker Kain Binaan BSN Raih SNI 8914:2020

Next Post

Catat, 5 Saham Ini Layak Diakumulasi Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR