Jakarta, TopBusiness – PDAM Tirta Saka Selabung turut membantu program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang masih mewabah hingga sekarang ini.
“Paling kita melakukan penyiraman. Penyiraman ini untuk membantu Pemda untuk ketersediaan air untuk melakukan penyiraman-penyiraman ke wilayah-wilayah, yang katakanlah, sangat penting untuk penyemprotan disinfektan,” kata Hendra Gunawan, selaku direktur PDAM Tirta Saka Selabung, ketika menjawab pertanyaan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2021, dalam sesi pendalaman materi presentasi, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting online, di Jakarta, Rabu (05/5/2021).
Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir, justru Hendra optimis bahwa wabah tersebut dapat hilang di akhir tahun ini. Namun begitu, dirinya sangat menekankan betapa pentingnya menegakkan protokol kesehatan.
“Kalau pemikiran kami, semoga saja pandemi ini berakhir di tahun ini. Jangan berkelanjutan. Bukan berarti kita di sini lost atau bukan tidak ada pencegahan seperti pemakaian masker. Tapi kita tetap ada pencegahan,” ungkap Hendra.
Diakuinya, akibat pandemi sebab virus Corona telah menekan penerimaan keuangan perusahaan. Itu lantaran terjadi akibat kekhawatiran yang berlebihan para pelanggan soal penyebarannya. “Untuk pandemi ini pasti penerimaan. Karena penerimaan kita drastis waktu itu. Karena masyarakat di tempat kami ini belum terwabah, tapi berpikirnya sudah kena wabah. Jadi katakanlah kita baru untuk melakukan penagihan, ini belum terwabah mereka mengatakan sekarang sudah ada Corona. Kami sulit mencari uang. Seperti itu, jadi pola itu yang selalu dibuat oleh masyarakat di tempat kami,” papar dia.
Meski begitu, wilayah kerja perusahaan masuk dalam zona hijau. “Kami terus terang masih dalam zona hijau. Cuma kami dampaknya, katakanlah dari masyarakat itu terasa dia sudah terkena wabah. Dampaknya terus terang ke PDAM, sangat berat. Karena kita PDAM. Sumber dan pendapatan kita adalah pelanggan,” tambahnya lagi.
Dia menyebutkan visi ke depan di era kenormalan baru akibat pandemi Covid-19. Yakni, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkhusus pelanggan agar bijak dalam menggunakan air bersih.
“Cuma sekarang ini, visi kami ke depan secara penggunaan air ini mulai kami informasikan ke pelanggan bahwa pencegahan-pencegahan penggunaan air tidak boros, menggunakan air secukupnya,” katanya.
Selain, perusahaan tetap melakukan penarikan tagihan-tagihan ke pelanggan dengan motode jemput bola.
Perusahaan memberikan pelayanan yang baik ke pelanggan dengan memberikan kemudahan pembayaran melalui aplikasi mobile pembayaran rekening.
“Dan kami melakukan pungutan tagihan-tagihan dalam masuk ke program aplikasi, sehingga pelanggan tak lagi ke luar. Jadi kami sudah jemput bola. Dalam keadaan masyarakat pandemi ini kebanyakan kami melakukan terjun ke lapangan,” pungkasnya.
