
Jakarta — Besarnya suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate saat ini yang mencapai 7,5% disebut Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) sangat tidak mendukung dunia usaha.
“Kenaikan BI Rate dari pertengahan 2012 hingga 2013 sampai 7,5 persen menjadi terbesar di dunia dan itu perlu masuk Muri (Museum Rekor Indonesia), “ ucap Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, dalam jumpa pers di Menara Kadin, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Kenaikan BI Rate dari pertengahan 2012 hingga 2013, Didik mengatakan, berakibat pada lebih menciutnya ekonomi Indonesia. Bahkan, dunia usaha mulai kuatir bahwa kebijakan ini menjadi kebijakan pengetatan uang yang lama dan laten. “Sehingga perekonomian akan menurun drastis diiringi dengan kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga perbankan.”
Dampak berikutnya, pertumbuhan sektor industri juga menurun dan direspons pelaku usaha dengan menunda investasi baru, serta menangguhkan ekspansi bisnis. Hal itu akan terasa akibatnya sampai tiga tahun ke depan . “Untuk itu, kebijakan menaikkan suku bunga harus segera dihentikan,” dia berkata. (ABDUL AZIZ/DHI)