TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN Catat Beban Listrik DKI Selama Lebaran Naik

Busthomi
19 May 2021 | 12:40
rubrik: Business Info
FOTO – Kompensasi Tarif Listrik

Pelanggan Listrik PLN (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya mencatat realisasi beban puncak listrik siang hari saat Hari Raya Idul Fitri naik 1,79% dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun lalu tercatat pemakaian listrik di siang hari saat Lebaran di Jakarta yaitu 3.082 Mega Watt (MW), sedangkan tahun ini sebesar 3.135 MW.

Doddy B. Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menjelaskan, beban listrik malam saat Hari Raya Idul Fitri juga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sebesar 5,9%. Beban listrik malam hari saat lebaran tahun ini tercatat 3.337 MW lebih besar dibanding tahun lalu yaitu pada angka 3.152 MW.

“Biasanya beban listrik di Jakarta siang hari lebih besar dibanding malam hari karena didominasi bisnis dan industri, tetapi saat libur seperti Idul Fitri ini beban listrik lebih tinggi di malam hari,” jelas Doddy, dalam keterangannya, Rabu (19/5/2021).

Untuk Idul Fitri hari ke-2 beban listrik siang mencapai 3220 MW, lebih tinggi dibandingkan hari pertama. Dibandingkan dengan tahun lalu, pemakaian listrik siang pada hari ke-2 lebaran juga mengalami peningkatan 4,5%.

Pemakaian listrik malam hari pada hari ke-2 Lebaran 2021 lebih rendah dibandingkan hari pertama. Hari ke-2 beban listrik malam di Jakarta tercatat 3.285 MW. Namun angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Terjadi kenaikan sebesar 5% untuk penggunaan listrik malam hari di lebaran ke-2 dibanding tahun 2020.

“Jika dibandingkan dengan hari biasa, tentunya pemakaian listrik saat Idul Fitri lebih rendah baik siang maupun malam hari karena banyak kantor, bisnis, dan industri yang tidak ada atau mengurangi aktivitas saat libur,” Doddy menjelaskan.

BACA JUGA:   Kementerian PU Tuntaskan Pembangunan Jembatan Pandansimo

Pada hari yang sama sepekan sebelum Idul Fitri, tepatnya pada hari Kamis (6/5/2021) beban listrik siang hari mencapai 4.553 MW dan malam hari 3.938 MW.

Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, beban listrik sudah mengalami peningkatan. Beban listrik siang pada 17 Mei 2021 sebesar 4.383 MW dan malam sebesar 4.148 MW.

“Hari pertama kerja untuk Jakarta sudah seperti biasa lagi dimana beban listrik siang lebih tinggi dibanding malam hari, bisnis dan industri sudah mulai aktif,” ungkap Doddy.

Siaga kelistrikan Idul Fitri di Jakarta dilaksnakan pada tanggal 6-21 Mei 2021. Melengkapi siaga, PLN menyiapkan 2.356 personel, 17 posko, 17 unit gardu bergerak, 6 unit mobil deteksi, 4 unit kabel bergerak, 20 unit power bank, dan 4 unit crane. Sebelum masa siaga PLN memastikan kondisi peralatan pendukung dalam keadaan baik.

FOTO: Rendy MR

Tags: dki jakartapasokan listrikpln
Previous Post

Pabrik Baru Senilai Rp7,5 Triliun Beroperasi, KRAS Yakin Terjadi Efisiensi hingga 25%

Next Post

Saat Larangan Mudik, AP I Catat Trafik Penumpang Pesawat Normal Seperti Hari Biasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR