Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemehannya mengingat masih banyak sentiment negatif yang menopangnya. Untuk itu, pelaku pasar diminta untuk selektif dalam mengincar saham hari ini.
Menrut analis pasar modal dari Binnartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG ditutup melemah signifikan 1.27% di level 5760.58, perdagangan kemarin, 19 Mei 2021. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Dan di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG,” tutur Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Kamis (20/5/2021).
Dengan kondisi itu, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG akan berada pada rentang 5711.33 (MA 200) hingga 5831.51 (Bollinger Band’s lower bound).
Berikut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor:
– AALI, dengan daily (9775). RoE: 3.29%; PER: 28.59x; EPS: 341.96; PBV: 0.95x; Beta: 1.59. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 9675 – 9775, dengan target harga secara bertahap di 10125 dan 11200. Support: 9525 & 9050.
– INDY, dengan daily (1440). RoE: -13.68%; PER: -13.68x; EPS: -104.92; PBV: 0.60x; Beta: 2.2. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1420 – 1440, dengan target harga secara bertahap di level 1470, 1500, 1615, 1735 dan 1850. Support: 1380.
– MAPI, dengan daily (740). RoE: 1.59%; PER: 118.63x; EPS: 6.28; PBV: 1.88x; Beta: 1.64. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 725 – 740, dengan target harga secara bertahap di level 780, 845, 1000 dan 1155. Support: 725 & 690.
– RALS, dengan daily (705). RoE: -9.60%; PER: -14.60x; EPS: -48.28; PBV: 1.40x; Beta: 1.89. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 690 – 710, dengan target harga secara bertahap di level 735, 860, 985 dan 1110. Support: 670.
– TINS, dengan daily (1730). RoE: 0.82%; PER: 308.93x; EPS: 5.60; PBV: 2.55x; Beta: 2.53. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1710 – 1730, dengan target harga secara bertahap di level 1775, 1925 dan 2070. Support: 1710 & 1660.
– TLKM, dengan daily (3160). RoE: 17.21%; PER: 15.05x; EPS: 209.93; PBV: 2.59x; Beta: 0.82. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 3130 – 3160, dengan target harga secara bertahap di level 3330, 3540, 4040 dan 4540. Support: 3040.
FOTO: Rendy MR
