Jakarta-Thebusinessnews. PT BNI Tbk berencana menggunakan sebagian pinjaman dari China Development Bank (ÇDB) untuk membayar utang valuta asingnya. Tahun 2016 dan 2017 utang valuta asing (valas)yang jatuh tempo senilai 1miliar dollar AS.
Direktur Utama PT BNI Tbk,Achmad Baiquni menyatakan bahwa peruntukan pinjaman dari CDB senilai 1 miliar dollar AS untuk pembiayaan infrastruktur dan pengelolaan likuiditas.”Kami akan meningkatkan pengelolaan likuiditas tahun 2015 hingga 2017 dari konvesional dan nonkonvensional.” Ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR di Gedung DPR Jakarta, Selasa 29 September 2015.
Ia menjelaskan untuk likuiditas konvensional terdiri dari dana pihak ketiga sementara non konvesional berasal dari pinjaman baik dalam bentuk Rupiah maupun mata uang asing.sementara ini lukuiditas dalam bentuk valas 5,6 miliar dollar AS.” Rinciannya 4,2 miliar dollar AS berasal dari DPK sementara 1,4 miliar dollar AS berasal dari repo dan global bond.”terang dia.
Sementara dari 1,4 miliar dollar AS itu akan jatuh tempo senilai 500 juta dollar AS tahun 2016 dan jumlah yang sama tahun 2017.” Pinjaman ini akan membantu pengelolaan likuiditas kami.” Ujar dia.(Az)