Jakarta, TopBusiness – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI), perusahaan penyedia logistik dan solusi transportasi laut terintegrasi pengangkutan batubara dan mineral, mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I-2021.
Tercatat, perseroan berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar US$20,5 juta atau meningkat 6% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya US$19,3 juta. “Meski belum pulihnya perekonomian dengan tantangan pandemi, namun harga batubara yang stabil tinggi sejak akhir 2020, berkontribusi positif pada peningkatan utilisasi aset di semua segmen usaha,” terang Direktur Utama, Iriawan “Alex” Ibarat, di Jakarta, Senin (24/5/2021).
Untuk segemn Kapal Tunda & Tongkang (T&B) mencapai utilisasi di 92,8% menyumbang pendapatan usaha tertinggi sebesar US$8,7 juta, diikuti Kapal Curah Besar (MV) yang mencapai utilisasi di 100%, dan Fasilitas Muatan Apung (FLF) di 64,7%, masing-masing menyumbang pendapatan usaha sebesar US$5,9 juta.
Dengan beban pokok pendapatan hanya mengalami kenaikan sebesar 4% (YoY) menjadi US$15,5 juta dari US$14,9 juta, kontribusi dari kenaikan biaya perbaikan kapal dan biaya sewa, namun diiringi penurunan biaya bahan bakar. Sehingga perseroan membukukan marjin laba bruto yang lebih tinggi sebesar 24,5% dibandingkan kuartal I-2020 sebesar 22,7%.
“Segmen T&B memperluas diversifikasi bisnis pengangkutan komoditas nikel selain batubara, dan menyumbang kontribusi terbesar pada Pendapatan Sewa Berjangka (Time Charter Revenue) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 98% (YoY) menjadi US$5,7 juta dari US$2,9 juta.”
Diikuti segmen MV yang telah merambah jangkauan pasar yang lebih luas di pasar internasional dengan tarif angkutan rata-rata lebih tinggi dari pasar domestik dan peningkatan pengangkutan multi kargo seperti semen, baja, produk besi, gula disamping batubara.
“Dengan kondisi itu, perseroan berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar US$2,5 juta di kuartal I-2021 dengan kenaikan signifikan sebesar 54% (YoY) dari US$1,6 juta,” tandas Alex, panggilannya.
Alex menambahkan, perseroan terus mengambil langkah-langkah strategis guna memanfaatkan kondisi pasar global yang perlahan mulai pulih. “Selain fokus untuk diversifikasi komoditas angkut multi kargo, perseroan juga memaksimalkan belanja modal untuk ekspansi armada dengan pembelian 2-unit Tugboat di kuartal I dan memaksimalkan utilisasi aset yang dimiliki,” ujarnya.
Dengan kenaikan laba bersih ini mengangkat Return on Invested Capital (ROIC) menjadi 1,97%, Return on Asset (ROA) 1,71%, dan Return on Equity (ROE) 2,62%.
Disebutkannya, produksi volume nikel di kuartal I (YoY) menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 19%, diprediksi tumbuh signifikan sebesar 29% di 2021 ini. Pertumbuhan ini akan berkontribusi positif pada permintaan pengangkutan untuk Kapal Tunda & Tongkang dan MV.
“Kami optimis, momentum yang baik di kuartal I akan berlanjut di kuartal II dan sepanjang 2021. Dengan diversifikasi bisnis, optimalisasi aset dan ekspansi armada sebagai salah satu strategi berkelanjutan, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2021 meningkat sekitar 15–20% dari 2020,” harapnya.
Adapun untuk kinerja keuangan lainnya adalah, untuk total aset sebesar US$148,8 juta, sedikit lebih tinggi dari US$146,8 juta per 31 Desember 2020. Dengan total ekuitas sebesar US$97,2 juta, meningkat 3% dari US$94,5 juta per 31 Desember 2020, kontribusi dari kenaikan saldo laba sebesar 7% menjadi US$42,1 juta dari US$39,4 juta.
Dengan struktur modal dan likuiditas yang sehat, perseroan mengantongi kas dan setara kas pada akhir periode kuartal I-2021 sebesar US$11,7 juta, lebih tinggi 131% dari kuartal I-2020 sebesar US$5,1 juta. Dan posisi EBITDA sebesar US$6,7 juta dengan marjin EBITDA di 33%.
FOTO: Istimewa
