Jakarta, TopBusiness—Sebagai strategi untuk meluaskan area cakupan layanan, PDAM Tirta Bhagasasi (Bekasi). punya sejumlah inovasi. Dan satu di antara hal tersebut adalah dengan kolaborasi dengan sejumlah pengembang perumahan yang banyak ada di Bekasi.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Alim, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021 yang digelar secara virtual hari ini, oleh Majalah TopBusiness.
“Kerja sama seperti itu,” kata Usep, “memercepat ekspansi infrastruktur kami.”
Usep mengatakan bahwa selain kerja sama tersebut, PDAM Tirta Bhagasasi pun sekarang mengambil alih pelayanan penyediaan air bersih dari sejumlah kawasan perumahan. Antara lain, dari kawasan Jababeka, ada sekitar 12.000 pelanggan rumah tangga yang beralih menjadi pelanggan PDAM tersebut.
Adapun dari kawasan Grand Wisata, ada 4.000-an pelanggan rumah tangga yang akan beralih menjadi pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi. “Hal tersebut dalam proses,” papar Usep.
Dia pun menjelaskan bahwa untuk saat ini, ada sekitar 10 kawasan [perumahan] swasta yang dalam hal penyediaan air bersih, segera dialihkan kepada PDAM Tirta Bhagasasi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Keuangan PDAM Tirta Bhagasasi, Joni Purwanto, pun menjelaskan tentang kolaborasi dengan pengembang perumahan tersebut. “Kami sekarang terus mendekati sejumlah pengembang perumahan untuk adanya kerja sama dalam pengadaan sambungan air,” kata dia.
Dalam hal tersebut, PDAM Tirta Bhagasasi membuat sebuah pemetaan wilayah. Dari pemetaan tersebut, lalu dirancanglah rencana kerja sama dengan pengembang perumahan.
Kinerja
Usep Rahman Alim dalam presentasi tersebut juga menjelaskan pencapaian kinerja bisnis PDAM tersebut. Antara lain bahwa, dalam hasil audit keuangan, mendapatkan predikat WTP (wajar tanpa pengecualian).
Kemudian, dari BPSPAM, PDAM tersebut mendapatkan predikat ‘baik’. Adapun dari BPKP, yang didapatkan adalah predikat ‘sehat’.
Aset PDAM Tirta Bhagasasi bertambah terus, dan setoran PAD (pendapatan asli daerah) naik. Ada kenaikan dalam cakupan pelayanan. “Angka kebocoran air pun bisa terus menurun,” kata Usep lebih lanjut.
Joni Purwanto merinci bahwa pihaknya untuk tahun 2020 mencatatkan pendapatan sebesar Rp490.242.183.721. Nilai tersebut naik 8% secara year on year. “Jadi, sekalipun ada dampak Covid-19, pendapatan kami tetap naik.”
Kemudian, jumlah pelanggan pada akhir tahun 2020 tercatat sebanyak 257.188. Angka tersebut naik sebesar 5% year on year.
“Kami dalam lima tahun terakhir, mampu untuk tidak mengandalkan penambahan setoran modal dari pemegang saham,” Joni menjelaskan.
Jumlah pelanggan PDAM tersebut kini sebanyak 308.795. Cakupan layanan sebesar 43,50%. Tingkat NRW (non-revenue water) di 26,20%.
“Kualitas air pasokan kami, memenuhi persyaratan air bersih. Dan layanan berlangsung 24 jam serta tujuh hari dalam seminggu,” kata dia.
