Jakarta, TopBusiness—Sejak masa dulu kala, sebenarnya bangsa Indonesia sudah mengenal manajemen proyek. Dan hasilnya adalah adanya produk atau karya seperti Candi Borobudur.
“Kerajaan Majapahit pun bisa dikatakan sudah mengenal manajemen proyek. Hasilnya adalah sistem-sistem yang membuat kerajaan tersebut menguasai Asia Tenggara pada saat itu,” kata Darma Tyanto Saptodewo, seorang pakar manajemen proyek, dalam webinar memperingati Hari Kelahiran Pancasila, yang digelar kemarin siang oleh Lembaga Kajian Nawacita (LKN).
Darma menegaskan bahwa dari pembangunan Candi Borobodur, memang terlihat bahwa bangsa Indonesia sudah punya pengetahuan manajemen proyek. Sementara, pengetahuan tersebut pada saat itu belum dipunyai oleh bangsa barat.
“Kalau kita lihat di pahatan Borobudur pun,” Darma mengatakan, “ada corak wajah bangsa Afrika. Hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa kita pada saat itu sudah bepergian ke sana.”
Pakar tersebut kemudian menjelaskan pentingnya manajemen proyek dalam mencapai tujuan Indonesia. Kesadaran manajemen program, membantu untuk membantu menaikkan koordinasi program antar-sektor dalam pengelolaan sumber daya. Sehingga akan mengoptimumkan outcome dan keuntungan.
Juga, adanya kesadaran tentang manajemen portofolio, akan membawa bangsa Indonesia sadar mengenai perlunya mengelola aset dan kekayaannya. “Dari situ, akan ada optimalisasi profit secara nasional,” katanya.
“Kita perlu menyatukan impian untuk bangsa dalam mencapai tujuan 2045. Saat impian itu sudah ada, tidak perlu mengubah impian dan tujuan sekalipun selalu ada pergantian presiden,” papar dia.
Sistem proyek manajemen sangat perlu dalam mencapai tujuan bersama. “Dalam hal tersebut, kita harus berjalan terstruktur, taat regulasi, menyamakan kepentingan, dan lain-lain.”
