Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (04/06/2021) akhir pekan diperkirakan bergerak sideways.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyatakan bahwa IHSG akan bergerak sideways hari ini. Bursa Amerika ditutup lebih rendah semalam. DJIA turun 0,07% menjadi 34.577, diikuti oleh S&P500 (-0,36%) dan Nasdaq (-1,03%). Mayoritas investor masih memilih menunggu rilis sejumlah data ekonomi, antara lain data non-farm payroll AS Mei 2021 yang diproyeksikan naik menjadi 650 ribu (sebelumnya: 266 ribu) dan tingkat pengangguran AS Mei 2021. 2021, yang diperkirakan akan turun menjadi 5,9% (sebelumnya: 6,1%).
EIDO ditutup naik 1,08% kemarin, diikuti oleh IHSG yang naik 0,99% menjadi 6.091 dengan BBCA, BBRI, DCII sebagai top leading mover. Net buy asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 888,6 miliar. Aliran masuk asing terbesar dicatat oleh BBCA (Rp 428,1 miliar), diikuti oleh BBRI (Rp 257,8 miliar), dan ICBP (Rp 47,8 miliar), sedangkan aliran keluar asing terbesar dicatat oleh BFIN (Rp 43,3 miliar), PGAS (Rp 35,8 miliar). miliar), dan TBIG (Rp 29,8 miliar). Sepanjang pekan ini (Senin-Kamis), IHSG menguat 4,1%, dengan akumulasi net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 2,3 triliun.
Sebanyak 5.353 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia (Kamis: 5.246), dengan pasien sembuh 11.092 (Kamis: 6.022) dan meninggal 187 (Kamis: 187). Dengan penambahan kasus baru tersebut, total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia kini mencapai 1.837.126 kasus dengan rasio kasus tertutup 94,9% per 3 Juni (2 Juni: 94,5%).
“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways akibat melemahnya sentimen global dan domestik. Namun, aliran masuk asing yang besar ke sektor perbankan dan komoditas pekan ini mungkin menjadi sentimen positif bagi investor,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
