Jakarta, TopBusiness – Menjadi Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Kerinci, performa Perumda Air Minum Tirta Sakti meningkat tiap tahunnya. Hal ini terlihat dari kenaikan pendapatan Perumda Air Minum Tirta Sakti dari Rp 1,2 miliar menjadi Rp 1,6 miliar.
“Aspek keuangan mengalami kenaikan dari 27,75 Tahun 2017 menjadi 29,25 Tahun 2018, Sedangkan 2019 masih dalam proses audit. Sedangkan pendapatan mengalami kenaikan dari 1,2 miliar menjadi Rp 1,6 miliar,” jelas Andi Tri Putra, ST selaku Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 oleh Majalah TopBusiness secara online, Kamis (3/6/2021).
Capaian tersebut sejalan dengan visi misi Perumda Air Minum Tirta Sakti dalam memberikan pelayanan prima dan meningkatkan pendapatan.
“Misi kami diantaranya memberikan pelayanan prima dengan berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan meningkatkan pendapatan dalam usaha meningkatkan PAD bagi daerah,” ungkap Andi Tri Putra.
Dengan proporsi usaha sebesar 30% laba dan 70% layanan publik/sosial, Perumda Air Minum Tirta Sakti fokus memberikan pelayanan air minum.
Performa apik Perumda Air Minum Tirta Sakti tak lepas dari berbagai inovasi dan terobosan yang telah dilakukan, seperti; Penentuan golongan sesuai dengan kondisi rumah yang mengacu SK tarif, Pemberian Insentif bagi yang melaporkan kebocoran dan Pembuatan pos-pos penagihan di mobil keliling untuk mempermudah pembayaran rekening.
Dengan terobosan dan inovasi yang terus dilakukan, maka tak heran Perumda Air Minum Tirta Sakti tergolong PDAM dengan kategori SEHAT.
“Dari 4 Indikator mengacu pada ketentuan BPP Spam maka PDAM Tirta Sakti dinyatakan SEHAT,” ujar Andi Tri Putra.
Meski kondisi geografis Kabupaten Kerinci kaya akan sumber air baku, karenanya banyak desa-desa membangun IPAS Desa dan PAMSIMAS yang tidak mengikuti aturan SPAM dan menyebabkan tingkat konsumsi dan pertumbuhan konsumsi rendah, Perumda Air Minum Tirta Sakti tetap berupaya maksimal meningkatkan Coverage layanan.
Upaya peningkatan pelayanan pelanggan diantaranya; Penggantian jaringan yang sudah tua dan rusak, Penggantian Water Meter yang sudah rusak, Meningkatkan percepatan laporan pengaduan pelanggan, Memberikan pelayanan suplay air ke pelanggan 24 Jam dan Meningkatkan SDM dengan melakukan pelatihan dan diklat.
“SDM merupakan modal utama dalam menjalankan program-program kerja. Sehingga perbaikan sumber daya manusia menjadi prioritas dalam mencapai strategi bisnis. Untuk itu kami mengirim baik itu Direksi/Dewan pengawas untuk mengikuti bintek dan pelatihan ke luar daerah,” terang Andi Tri Putra.
“Untuk diketahui sementara ini kontribusi terhadap daerah yaitu dengan meningkatkan cakupan pelayan kepada masyarakat Kabuparen Kerinci sampai 80% dan PDAM Tirta Sakti belum pernah di subsidi dari pemerintah daerah berupa penyertaan modal tetapi pemerintah daerah selalu mendukung direksi dalam meningkatkan kinerja,” ujar Andi Tri Putra.
Penulis: Mi’roji
