TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kondisi Geografis Tantangan Perumda Tirta Binangun

Agus Haryanto
8 June 2021 | 23:30
rubrik: Event
Kondisi Geografis Tantangan Perumda Tirta Binangun

Jakarta, TopBusiness – Perumda Tirta Binangun, Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui bahwa kondisi geografis merupakan sebuah tantangan.

“Pertama, Mungkin ini klise, karena kondisi geografis Kabupaten Kulon Progo itu berbukit kemudian kualitas air baku juga rendah. Letak air bakunya juga ada di bawah sehingga biaya operasional tinggi,” kata Jumantoro, direktur Perumda Tirta Binangun, dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2021, yang berlangsung secara online melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Selasa (08/06/2021).

Menyiasati kondisi alam yang tak bersahabat, manajemen akhirnya memutuskan agar distribusi air ke pelanggan dapat terlayani dengan baik melalui pemanfaatan alih teknologi. “Kemudian kami harus mengupayakan bagaimana pemerataan air kepada pelanggan yang paling tinggi, kemudian yang paling rendah karena untuk mengatur tekanan. Tapi dengan teknologi itu bisa kami siasati dan bisa kami selesaikan. Jadi prinsipnya permasalahan itu jika masih bisa diselesaikan dengan teknologi, itu pasti akan selesai,” katanya lagi.

Kondisi geografis wilayah pelayanan Perumda Tirta Binangun merupakan dataran rendah dan dataran tinggi, air baku berada di dataran rendah dan kualitas air baku kurang menenuhi syarat, sehingga biaya operasional tinggi.

Ditegaskan Jumantoro, kondisi geografis harus bisa diantisipasi sehingga tak merugikan para pelanggan. “Tetapi, kalau yang terkait dengan alam ini, harus ada antisipatif yang benar-benar kita siapkan agar safe dari segi layanan,” tutur dia.

Terkait dengan kondisi pandemi Covid-19, diakui Jumantoro, tak secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Justru sebaliknya, masyarakat lebih memanfaatkan air sebagai sarana penegakan protokol kesehatan.

“Dan di masa pandemi, ini bagi Perumda Tirta Binangun sebetulnya tidak terlalu banyak berpengaruh karena di masa pandemi dengan himbauan cuci tangan, itu sebetulnya peluang bagi kami. Jadi kami dari sisi pendapatan ada peningkatan, kemudian kepedulian masyarakat soal penggunaan air. Itu tetap ada himbauan, meskipun kita juga tak menginginkan pembayaran rekening bertambah,” ungkap dia.

BACA JUGA:   Ajang Top BUMD Bakal Kembali Digelar

Sebaliknya, perusahaan pun berharap agar pelanggan tetap lebih bersikap lebih bijak dalam pemanfaatan sumber air bersih. “Tapi, kita juga menberikan himbauan bagaimana menggunakan air itu sehemat mungkin. Jadi jangan sampai kemudian pelanggan terlalu boros, ada pelanggan wilayah lain nanti terpengaruh ataupun dari sisi penerimaan justru tak sesuai,” katanya.

Selain, kemungkinan ada orang-orang yang sengaja mencari-cari kesempatan untuk tak melaksanakan kewajibannya sebab Covid-19.  “Karena bisa saja Covid itu menjadi alasan untuk menunda pembayaran. inilah yang kami siapkan, terutama dalam rangka menghadapi Covid-19,” papar dia.     

Dalam pandangan Jumantoro, kala pandemi merupakan momentum untuk lebih banyak lagi berbagi terhadap masyarakat. Apalagi, sebagai perusahaan air minum maka air adalah sesuatu kebutuhan yang harus dipenuhi dan tak boleh tidak, sehingga tak terlalu berpengaruh terhadap kinerja.

“Tapi sebetulnya kalau Perumda Air Minum tidak terlalu banyak yang terjadi kena dampak dari Covid-19. Karena air itu akan tetap dikonsumsi, sangat dibutuhkan bahkan bisa berlebih. Tetapi, yang lebih mendasar lagi adalah kita itu bisa memanfaatkan dengan cara memberikan charity atau CSR. Bantuan-bantuan tersebut kemudian akan booming di tengah masyarakat.  Karena bagi kami, hal-hal semacam itu merupakan bagian dari investasi, sebetulnya. Jadi saat orang itu banyak berpikir Covid-covid, kemudian kita memberikan. Contoh, yang kecil sajalah, misalnya masker. Ini akan sangat mengena. Kemudian ada penyadaran oh iya, ternyata ada PDAM,” pungkas dia.

Previous Post

Kasih Dana Rp10 Triliun, Pemerintah Kembali Percaya BTN Salurkan Dana PEN

Next Post

IHSG Berpeluang Rebound Terbatas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR