Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (14/6/2021) awal pekan mungkin turun.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyebutkan bahwa IHSG mungkin turun, karena kekhawatiran melonjaknya COVID-19.
Pada Jumat akhir pekan lalu (6/11) bursa AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,04%, S&P500 naik 0,19%, sedangkan Nasdaq naik 0,35%. Meskipun data inflasi AS untuk 21 Mei (+5,0%) melebihi ekspektasi konsensus (4,7%), pasar AS tetap kuat, menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang tapering mulai mereda.
Di Indonesia, lonjakan kasus harian menjadi perhatian utama pasar. Sebanyak 9.868 kasus baru COVID-19 dilaporkan pada Minggu (13/6) (Sabtu: 7.446 kasus) dengan angka positif 20,4% (Sabtu: 11,8%). Sejauh ini, 1,91 juta kasus telah ditemukan di Indonesia, dengan 1,7 juta pasien sembuh (tingkat kesembuhan 91,3%).
Terkait vaksinasi, sebanyak 20,1 juta orang di Indonesia telah menerima vaksin dosis pertama (+114 ribu pada hari Minggu), sedangkan 11,5 juta telah menerima dosis kedua (+9 ribu pada hari Minggu), mencerminkan 11,1% dari sasaran keseluruhan.
IHSG bergerak naik 0,5% selama seminggu terakhir, namun melemah 0,19% pada Jumat (6/11) menjadi 6.095. Pekan lalu, akumulasi aliran masuk asing tercatat sebesar Rp 2,6 triliun (Rp 2,6 triliun pada hari Jumat saja). Minggu ini, data neraca perdagangan Indonesia dijadwalkan akan dirilis (sebelumnya: USD 2,19 miliar, kontra: USD 2,3 miliar), serta impor (sebelumnya: +29,93% yoy, kontra: +65% yoy), dan data ekspor ( sebelumnya: 51,9% yoy, kontra: 57,49% yoy).
“Pagi ini pasar regional dibuka bervariasi, dengan Kospi relatif datar (+0,04%) sementara Nikkei naik +0,8%. Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini karena kekhawatiran investor terhadap lonjakan kasus COVID-19,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
