TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peluang Menjanjikan, BPR Jatim Bidik Sektor Pertanian untuk Penyaluran Kredit

Editor
14 June 2021 | 17:40
rubrik: BUMD, Event
Peluang Menjanjikan, BPR Jatim Bidik Sektor Pertanian untuk Penyaluran Kredit

Jakarta, TopBusiness – Dunia pertanian kerap dipandang sebelah mata karena dinilai menjadi sumber yang kurang potensial, khususnya di tengah Pandemi Covid-19. Hal ini tidak berlaku bagi PT BPR Jawa Timur, sebagai bank perkreditan rakyat daerah, BPR Jatim justru melihat peluang pada sektor tersebut dan menjadi prioritas penyaluran kredit bank agar tetap tumbuh di masa pandemi.

Demikian pernyataan Yudhi Wahyu Maharani selaku Direktur Utama BPR Jatim dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarkan Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (8/6/2021).

“Visi misi kami masih sama di antaranya yakni Menjadi Bank yang sehat, Ikut berperan dalam perekonomian Jawa Timur dan di tahun 2021 ini, kita fokus di (sektor) pertanian. Alasannya kita sudah terbukti survive (bertahan) dan sektor yang masih punya peluang untuk tumbuh adalah pertanian,” ungkap Yudhi saat mempresentasikan materinya yang berjudul Pemulihan Ekonomi Bersama Bank UMKM Jawa Timur.

Bahkan, lanjut Yudhi, persentase kredit hingga April 2021 sektor perdagangan menempati posisi teratas setelah sector perdagangan, yakni 28,30% dengan jumlah debitur sebanyak 14.144 debitur.  “Untuk penyaluran kredit 28 persennya adalah pertanian. Jadi hmpir sepertiga pertanian. Kemudian kita juga tertinggi untuk sektor perdgangan, lalu pertambangan, industr, jasa dan lain-lainnya. Jasa ini yang terdampak pandemic,” katanya.

“Produktifitasnya masih kita pertahankan, kami buktikan kredit pertanian ini. Dan juga (sektor pertanian) sangat direspon oleh pemgang saham. Hal ini terlihat bahwa dukungan pemegang saham tahun 2019 ada kenaikan secara bertahap,” lanjutnya.

Budaya Kerja

Meski demikian, masih menurut Yudhi, kesuksesan dalam mengawal nasabah di sektor pertanian tentuk tak semudah membalik telapak tangan, melainkan upaya dan kerja keras menjadi kuncinya, khususnya budaya kerja yang menjadi perhatian. Oleh sebab itu, BPR Jatim melakukan ragam evaluasi terkait penguatan strategi dalam mencapai visi dan misi perusahaan. 

BACA JUGA:   Program CSR Kampung Sirih Mekarsari, Program Unggulan Pertamina Patra Niaga SHAFTHI yang Sudah Wujudkan ESG

“Budaya kerja menjadi sumer utama karena kalau budya kerja tidak kiita rubah kami tidak bisa mengikuti persaingan dan perkembangan pasar. Kalau dengan sesame BPR kita masih kuat ya, tapi kalau misalnya dengan bank umum dengan (menawarkan) suku bunga yang lebih rendah, teknologi yang luar bisa. Karena itu kita pertama lakukan trnsfromsi infrastuktur, kedua mengenai budaya kerja,” tuturnya.

“Terkait budaya kerja, yang paling susuah merubah mindset teman-teman bagaiman yang dulunya semisal pola pemasarannya kalau nggak dapat dana (nasabah) tidak berpngaruh. Tapi di industry BPR kita juga harus agresif, dan hari ini juga harus dapat sesuatu. Setelah kita bedah memang kendalanya itu tidak terlalu PD (percaya diri) Ini yang tidak gampag, semua jadi maketing juga nggak apa-apa. Inilah tantangan yang sulit, merubah mindset. ,” imbuhnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, BPR Jatim membuat rencana strategi dalam menjalankan program dan cita-cita perusahaan Penguatan Three Line of Defense Bank BPR Jatim. Pertama Sumber Daya Manusia (SDM) dan Oprasional. Kedua Risk Management dan Kepatuhan. Dan ketiga Audit Internal.

Untuk diketahui, penyaluran kredit BPR Jatim berdasarkan sektor ekonomi per April 2021 yaitu, sektor Pertanian sebesar Rp 587,54 miliar, tambang sebesar Rp 1,85 miliar, Industri sebesar Rp 70,80 miliar, Perdagangan sebesar Rp 852,03 miliar, Jasa dan lainnya sebesar Rp 563,99 miliar. Sedangkan penyaluran kredit berdasarkan program per April 2021 yakni, PKPJ (Paket Kredit Petani Jawa Timur) sebanya 6.659 debitur, PTSL (Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) sebanyak 3. 814 debitur dan Dagulir (Dana Bergulir) sebanyak 728 debitur.

Penulis: Abdullah Suntani

Tags: BPR JatimTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

BPR Kotabaru Terus Tumbuh di Tengah Pandemi

Next Post

PDAM Kota Magelang Hadirkan Kinerja Prima dengan Kembangkan Inovasi dan Terobosan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR