Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (18/6/2021) akhir pekan berpotensi melanjutkan pelemahan.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, berjudul IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan.
Bursa saham AS ditutup variatif semalam. Dow Jones -0,62%, S&P500 -0,04%, dan Nasdaq +0,87%. The Fed tetap mempertahankan suku bunga di angka 0,25% bulan ini, namun mengisyaratkan potensi kenaikan lebih cepat di tahun 2023, serta sinyal adanya pembahasan rencana pemangkasan pembelian obligasi. The Fed memperkirakan inflasi AS akan mencapai 3,4% pada tahun 2021.
Sementara itu, bursa Asia kemarin ditutup mixed. Kospi -0,42%, Nikkei -0,93%, Shanghai +0,21%. Indeks EIDO ditutup melemah 0,56% kemarin (17/6), diikuti IHSG yang juga ditutup turun 0,17% ke level 6.068. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 634,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TBIG (Rp 47,5 miliar), PGAS (Rp 36,3 miliar), dan BFIN (Rp 34,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh MDKA (Rp 133,1 miliar), BMRI (Rp 126,6 miliar), dan BBRI (Rp 107,9 miliar).
Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 12.624 Kamis kemarin (17/6), (+27,0% daily) dengan daily positive rate sebesar 15,9%. Saat ini total kasus aktif sudah mencapai 125.303 (6,4% infection rate), dengan jumlah total kasus yang ditemukan sebanyak 1,95 juta kasus. Terkait vaksinasi, dosis pertama telah diberikan pada 21,9 juta orang di Indonesia, 12,1% dari target (+1,2% daily, +550,482), sedangkan dosis kedua total sudah diberikan pada 11,9 juta orang (+26,5% daily, +147.512).
Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) di level 3,5% ,sesuai ekspektasi konsensus. Dari pasar regional pagi ini, Nikkei dibuka + 0,17% dan Kospi dibuka -0,02%. “Kami memperkirakan IHSG masih akan melemah pagi ini, dengan minimnya sentimen positif dari global dan domestik serta adanya lonjakan kasus COVID-19 dalam negeri dan mulai penuhnya kapasitas rumah sakit,” demikian terlihat.
Foto: Rendy MR
