Jakarta, TopBusiness – Bank Jambi merupakan Bank Milik Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. Berdiri pada tahun 1959 berdasarkan Akte Notaris Adiputra Parlindungan dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi.
Bank Jambi bertekad menjadi Bank yang ideal dan sehat dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat di bidang jasa bank yang memiliki nilai tambah bagi ekonomi daerah khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan pengelolaan secara profesional, kehati-hatian dan berkembang secara wajar. Terbukti, Bank Jambi meraih banyak apresiasi atas usahanya hingga disebut sebagai Leader di Asia dalam Perbankan UMKM.
“Salah satu keberhasilam kami yaitu meraih ‘Asia’s Leader in SME Banking’ dari IDC Financial Insight Innovation Awards 2021. Bank Jambi sebagai Leader di ASIA dalam perbankan UMKM,” ujar Yunsak El Halcon selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jambi saat sesi wawancara TOP BUMD Awards 2021 secara online oleh Majalah TopBusiness, Kamis (17/6/2021).
Dengan proporsi usaha 90% Laba dan 10% Layanan Sublik/Sosial, kinerja Bank Jambi terbilang baik bahkan melebihi target. “Kinerja Bank Jambi secara keseluruhan tahun 2020 sebagian besar melebihi target,” jelas Yunsak.
Aset periode Desember 2020 dari Rencana Bisnis Bank sebesar Rp11.915.922,- juta, terealisasi Rp11.389.694,- juta atau 95,58%. Kredit yang diberikan periode Desember 2020 dari Rencana Bisnis Bank sebesar Rp8.127.596 juta, terealisasi Rp8.403.503 juta atau 103,39%. DPK per Desember 2020 dari Rencana Bisnis Bank sebesar Rp8.813.847,- juta terealisasi sebesar Rp9.385.842,- juta atau 106,49% dari target.
“Bank Jambi membukukan laba setelah pajak sebesar Rp275,813 milyar selama 2020 tumbuh 7,95% (yoy), terlepas dari penurunan ekonomi yang sedang berlangsung karena pandemi COVID-19 dan pembatasan-pembatasan terkait pandemi. Meskipun asset terdepresiasi sebesar 2,79% namun penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 8,56%(yoy) menjadi sebesar Rp7,675 triliun dengan komposisi produktif 14,92% terhadap total kredit. Sementara dari sisi dana pihak ketiga tumbuh 21,75%(yoy) menjadi sebesar Rp9,385 triliun, cukup signifikan di tengah pandemi ini sehingga mampu menjaga LDR pada level 90,51%. sebesar 0,79%,” terang Yunsak.
Keberhasilan Bank Jambi salah satunya didukung dengan adanya sistem manajemen kinerja yang baik.
“Saat ini Bank Jambi menggunakan sistem KPI dalam menilai kinerja pegawainya dalam mencapai target unit kerja yang telah ditetapkan, tentunya harus sesuai RBB tahun berjalan yang telah di-cascading ke masing-masing unit kerja,” kata Yunsak.
Selain keberhasilan tersebut, Bank Jambi juga melakukan sejumlah inovasi seperti; Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu), Mobile Banking, QRIS dan Program Siginjai Skak Mat.
Penulis: Mi’roji
