Jakarta, TopBusiness – Tercapainya sebuah visi dan misi perusaan bukan semata peran seorang leader, melainkan banyak ragam aspek yang memengaruhi, terutama prinsip atau nilai-nilai yang memeberikan daya hidup perusahaan yang dijalankan oleh seruruh insan di dalamnya. Pentingnya nilai-nilai tersebut disadari oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Penataran dalam menjalankan roda bisnisnya.
Yuni Ningsih selaku Kepala Bagian (Kabag) Administrsi dan Keuangan menuturkan bahwa perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) merupakan suatu kondisi yang tidak hanya dilihat dari segi struktur, proses-proses atau sistemnya saja (hard factors), tetapi dilihat dari segi semangat atau jiwanya (soft factors) yang terletak pada prisnsip-prinsip yang melandasinya, seperti Transparani, Kemandirian, Akuntabilitas dan Pertangungjawaban.
“Penerapan GCG di dalamnya tidak dilihata dari segi proses atau sistemnya saja. Nah pada prinsip-prinsip yang melandasi kami adalah Transparani, Kemandirian, Akuntabilitas dan Pertangungjawaban. Dalam jangka waktu panjang, penerapan GCG yang relevan mempunyai konsekuansi terhadap kinerja yang akan berdampak pada impek perusahaan,” ungkap Yani saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring, Kamis (17/6/2021).
Menejemen SDM
Selain prinsip-prinsip tersebut, lanjut Yani, dalam menjalankan GCG dibutuhkan komitmen dan kualitas SDM yang mumpuni guna tercapainya misi perusahaan. Oleh sebab itu, pihaknya membuat skema dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya yang dapat memacu keselarasan bisnis perusahaan. Skema tersebut dalam bentuk reward and punishmen.
“Pemberian Punishmen bagi Pegawai yang melanggar dan tidak mentaati peraturan, baik berupa penurunan pangkat dan Pemberhentian. Sedangkan reward berupa pemberi penghagaan dan Tanda Jasa Satya Lencana Karya. Tak hanya itu, reward juga bias berupa pembarian kenaikan pangkat Istimewa bagi pegawai yang dapat membanggakan dan memberikan nilai tambah serta menjadi teladan bagi pegawai yang lain,” kata Yuni dalam presentasinya terkait manajemen dan tata kelola PDAM Tirta Penataran.
Upaya peningkatan kompetensi SDM, manajemen PDAM Tirta Penataran juga melakukan assesment kepada seluruh pegawai untuk mengetahui potensi masing-masing pegawai. Assesment tersebut dalam bentuk penerapan sistem rekruitmen penerimaan karyawan, direksi dan dewan pengawas (Dewas) dengan melibatkan pihak akademis.
Ringkasan Kinerja
Berkat upaya dan kerja keras serta penerapan prinsip-prinsip dasar perusahaan, tingkat kinerja PDAM Tirta Penataran dinyatakan sehat dengan nilai 3,33 berdasarkan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). “Berdasarkan dari pada BPPSPAM aspek yang dinilai adalah aspek keuangnya, pelayanan, operasi dan SDM. Total nilai tinggat kesehatannya, dinyatakan sehat,” tegas Yuni sambil menampilkan tabel indikator kinerja.
Adapun ringkasan umum kinerja PDAM Tirta Penataran yakni, Jumlah Langganan (SL) sebanyak 14.586 SL, Cakupan Layanan Teknis 5,56 (%) dan Administrasi: 6,98 (%), Tingkat NRW 28,98 %, Kualitas Air Minum dinyatakan baik, Rata-rata Jam Layanan per hari 23 jam dan Nilai Kinerja dari semuanya sebesar 3,33 persen dengan predikat sehat.
Penulis: Abdullah Suntani
