Jakarta, TopBusiness — PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 secara daring atau online, di Jakarta. Rabu (30/6/2021).
RUPST tahun buku 2020 ini membahas 5 Agenda, beberapa di antaranya termasuk persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2020.
Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan di tengah kondisi pandemi, manajemen mengupayakan untuk tetap sehat sebagai pondasi transformasi Perseroan.
“Tahun 2020 RNI memperoleh pendapatan hingga Rp6,9 triliun atau tercapai hingga 95% dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020,” jelas Arief, dalam keterangannya, Kamis (1/7/2021).
Perseroan juga mencatatkan kinerja positif, hal ini ditunjukkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Ebitda terus mengalami pertumbuhan seiring dengan peningkatan pendapatan perseroan.
Pada tahun 2018 lalu, Ebitda tercatat Rp305 miliar, di 2019 tercatat sebesar Rp366 miliar, dan tahun 2020 tercatat kembali menaik menjadi sebesar Rp439 miliar.
Kinerja positif perseroan diimbangi dengan realisasi pelaksanaan Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2020 yang mencapai 83.3%.
“Meski pandemi, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan penerapan Sustainability Development Goals (SDGs), kami tetap berkomitmen mengimplementasikan Program PKBL di tahun 2020, untuk efektivitas penyaluran pada Program Kemitraan terealisasi 91,5% dan kolektibilitas dari Program Kemitraan ini berjalan aktif dan lancar hingga tercapai 81.3%,” tutur Arief.
Mengenai kepengurusan perusahaan, pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN kembali mempercayakan susunan kepengurusan saat ini dan tidak ada perubahan manajemen perseroan dengan formasi susunan tetap.
Saat ini, RNI memiliki 11 Anak Perusahaan, Pendiri Dana Pensiun RNI dan Perusahaan Afiliasi.
Perseroan juga telah mengesahkan RUPST Anak Perusahaan dan Perusahaan Afiliasi RNI group di antaranya PTP Mitra Ogan, PT Mitra Kerinci, PT PG Rajawali I, PT Laras Astra Kartika, PT PG Candi Baru, PT GIEB Indonesia, PT PG Rajawali II, PT Rajawali Citramass, PT Rajawali Tanjungsari Enjiniring, PT Mitra Rajawali Banjaran, PT Rajawali Nusindo, Dana Pensiun PT RNI dan PT Madu Baru.
FOTO: Istimewa
