Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menyatakan masifnya pertambahan jumlah penduduk perkotaan dari tahun ke tahun perlu diwaspadai. Pemerintah juga mencatat, di wilayah Asia Pasifik, jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan sudah menyentuh 750 juta jiwa pada 2010.
Menurut Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian PU-Pera Andreas Suhono, saat ini sebanyak 54 persen penduduk tingal di perkotaan, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 66 persen di tahun 2050. “Guna mewujudkan kota laik huni dan berkelanjutan secara inklusif, maka diperlukan keterlibatan semua aktor pembangunan perkotaan,” katanya usia membuka acara ‘APUF-6’ di Hotel Fairmont, Jakarta.
The Sixth Asia Pacific Urban Forum atau APUF-6 diselenggarakan di Jakarta, Indonesia melalui Kemen PU-Pera selama 3 hari, (19-21) Oktober 2015. Indonesia menjadi tuan rumah dalam menyusun agenda baru perkotaan se-Asia Fasifik.
Masih menurut Amdreas, konferensi ini diharapkan membuahkan hasil pembahasan sebagai masukan komprehensif. Pasalnya, permasalahan perkotaan saat ini sudah sangat kompleks.
“Berbagai macam isu baru dan sulit saat ini berkembang dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan di Asia Pasifik dan daerah-daerah prioritas yang menjadi bagian penting dari konferensi ini,” pungkasnya. (***/Teguh)
