Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut pada tahun 2017 dan 2018 dihadapkan pada tantangan berat dimana perusahaan saat itu mendapat predikat sebagai perusahaaan sakit/tidak sehat dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kondisi ini diperparah dengan tingginya angka kehilangan air (NRW) yang mengakibatkan banyaknya keluhan masyarakat akibat banyaknya kebocoran air yang terjadi. Hasilnya perusahaan pun mendapat kerugian hingga Rp12 miliar.
Tak heran dalam periode tahun 2017-2018 tersebut peringkat perusahaan pun terpuruk yakni peringkat PDAM terbawah kedua di Jawa Barat dan peringkat ke-293 PDAM nasional.
Melihat kondisi ini, Direktur Utama PDAMTirta Intan Garut, Aja Rowi Karim pun mulai berbenah, dan melakukan berbagai langkah serta strategi untuk mencapai visi perusahaan yakni untuk Menjadi Perusahaan Air Minum yang Sehat, Puas, Sejahtera.
Pada sesi penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara virtual pada Senin (28/6/2021), Aja mengatakan untuk memperbaiki tingkat kinerja dan layanan, pihaknya melakukan berbagai upaya.
Mulai dari melakukan optimalisasi dari hulu, tengah, hilir dengan melakukan pemeliharaan dan rehab jaringan; menambah kapasitas produksi dengan memaksimalkan idle kapasitas dan deepwell (sumur dalam); hingga mengembangkan cakupan yang belum terlayani dengan memanfaatkan peluang tingginya minat berlangganan dari masyarakat yang belum menjadi pelanggan.
“Perusahaan juga mengembangkan wilayah pelayanan dengan memanfaatkan hibah Air Minum dari pusat, provinsi dan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Kabupaten. Selain itu juga melatih SDM dengan melibatkan Yayasan Pelatihan Diklat Pamsi (YPTD Pamsi) agar Perumda Air Minum Tirta Intan Garut lebih produktif dan berdaya,” ujarnya.
Untuk memperbaiki tingkat kinerja agar menjadi perusahaan sehat, pihaknya juga mulai menertibkan administrasi pengelolaan asset hingga pengelolaan uang agar kebermanfaatan setiap investasi sukses secara administarsi, sukses pelaksanaan, sukses manfaatnya dan sukses menjadi pendapatan.
“Di samping itu perusahaan telah melakukan peyesuaian tarif air minum secara berkala, dikarenakan meningkatnya biaya operasional seiring inflasi secara menyeluruh untuk menjaga kestabilan kinerja perusahaan,” katanya.
“Perusahaan juga terus menjaga harmonisasi internal dan ekternal perusahaan dengan melakukan komunikasi-sosialisasi kondisi Perumda air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut kepada pemangku kepentingan termasuk masyarakat pelanggan dan non pelanggan,” sambungnya lagi.
Dalam hal menjaga kualitas layanan, perusahaan membentuk Tim Reaksi Cepat untuk melaksanakan pelayanan secara khusus untuk kontinyuitas, kualitas dan kuantitas serta keterjangkauan Air PDAM pada Pelanggan.
“Sementara itu untuk Menekan NRW, kami membuat zoning-zoning pada wilayah-wilayah sebagai laboratorium ketercapaian penurunan suatu NRW yang terus di tindaklanjuti,” paparnya.
Aja menuturkan berkat beberapa upaya yang telah dilakukan di atas, kinerja perusahaan dan pelayanan pun kian membaik selama dua tahun terakhir, yakni 2019-2020. Selain itu, untuk cakupan layanan juga terus meningkat.
Saat ini, cakupan layanan Permuda Tirta Intan mencapai 53.255 pelanggan dan di tahun 2020 lalu perusahaan mampu meningkatkan cakupan layanan hingga 1.280 SR (sambungan rumah) melalui program diskon dan Program hibah air minum (untuk kalangan MBR). Sementara di tahun 2021 ini sudah mampu menambah 891 SR melalui program diskon dan regular.
Tak hanya itu, perusahaan juga mampu menurunkan tingkat NRW dimana di tahun 2019 dengan tingkat NRW sebesar 45,96 %, lalu per akhir tahun 2020 sudah turun menjadi 42,23 %.
Dalam hal aspek keuangan Perumda Tirta Intan dalam laporan yang disajikan dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Sabar dan Rekan dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian atau unqualified.
Sedangkan hasil kinerja berdasarkan Kementrian PUPR adalah masuk kategori kinerja “SEHAT” dengan point 3,02. Adapun untuk penilaian aspek menurut Permendagdri 47 hasilnya cukup dengan point 58,22%.
Peningkatan juga terjadi pada pendapatan dan penerimaan dimana di tahun 2019 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp40.124.030.075 atau meningkat di tahun 2020 lalu menjadi Rp41.883.389.011.
“Perbaikan kinerja dan layanan juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan pelanggan dengan menurunnya keluhan pelanggan atas pelayanan air bersih dalam setiap bulan. Indeks Kepuasan pelanggan pun terus meningkat, terakhir di 2020 itu Indeks Kepuasan Pelanggan kami mencapai 91,28%,” papar Aja.
Di samping berbagai peningkatan kinerja dan layanan, perusahaan juga mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Garut. Selain menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumda Tirta Intan sebagai salah satu BUMD yang bertugas di bidang Pengelolaan Air Bersih juga mempunyai andil dalam pencapaian kinerja urusan pekerjaan umum bidang air bersih.
Buktinya yaitu dengan capaian cakupan pelayanan air bersih terutama untuk wilayah perkotaan di Kabupaten Garut. Data cakupan yang paling ril untuk kebutuhan air ini ada pada Perumda Tirta Intan Kab. Garut.
Penulis: Abi Abdul Jabbar Siddik
