Jakarta, businessnews.id – Peningkatan tajam Rupiah diantara mata uang Global sejak 5 Oktober selama seminggu telah mengejutkan banyak konsultan dan analis keuangan yang tidak percaya akan terjadi fenomena titik infleksi (balik) penguatan Rupiah yang tajam terhadap Dolar AS ditengah terpuruknya rupiah semenjak awal 2015.
Pertanyaan yang muncul dibenak orang, apakah ada korelasi antara perayaan HUT TNI akbar dikuti defile seluruh kekuatan TNI dan alutsista dan menguatnya rupiah, sebuah keniscayaan atau kebetulan saja? Ataukah sebuah perang asimetris antara sentiment positif HUT TNI di Social Media dengan sentiment negative investor dan speculator (invisible hand) atau hilangnya kepercayaan pasar terhadap Rupiah?
“HUT TNI tentu membawa angin segar memicu sentimen positif melalui Sosial Media OTT seperti Twitter; Facebook; Whatsapps; Youtube ke Netizen penjuru dunia dan command center OTT di Silicon Valley bersumberdari dermaga Indah Kiat, Cilegon. Sebuah Anomali kekuatan Social Media dan Netizen yang sering dilupakan oleh pengamat pasar dan ekonom,” ujar Rudi Rusdiah, Ketua Asosiasi Komputer Apkomindo, Mastel dan alumni Lemhannas PPRA XLII/2008 serta anggota Desk Cyber (DK2ICN) Kemenko Polhukam di Jakarta, baru-baru ini.
Diharapkan Pemerintah Indonesia dapat mempertahankan momentum penguatan yang luar biasa selama seminggu pada HUT TNI ke 70 ditengah kebutuhan valuta asing untuk pembayaran hutang dan belanja modal pada akhir tahun ini.
“TNI yang kuat dan professional sangat dibutuhkan dan jangan meremehkan kekuatan sentiment positif Netizen; Social Media/OTT yang dapat memutar balik pelemahan rupiah dan kepercayaan investor menjadi indikator positif ekonomi Indonesia pada era Big Data,” tutupnya. (red)