Jakarta, TopBusiness—Harga minyak mentah masih mempertahankan kenaikannya, dengan harganya saat ini diperdagangkan di atas zona Rp1.060.000/barel. Kenaikan harga minyak yang terjaga tersebut disebabkan oleh laporan EIA pekan lalu yang menunjukan penurunan cadangan minyak AS, serta kembalinya permintaan minyak mentah dari beberapa wilayah Asia.
Hal tersebut dipaparkan dalam riset ICDX (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange), yang diterima pada hari ini oleh redaksi Majalah TopBusiness.
Pekan lalu EIA melaporkan terjadi penurunan cadangan minyak mentah AS sebanyak 6,9 juta barel sehingga total cadangan minyak mentah AS menjadi sebanyak 445,5 juta barel. Bersamaan dengan itu, terdapat juga laporan kenaikan permintaan bahan bakar, dengan rata-rata pasokan bahan bakar sekitar 9,5 juta barel dan merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2019.
Selain data-data tersebut yang memberikan dorongan pada harga minyak dunia, adalah laporan yang menyebutkan bahwa terjadinya kenaikan permintaan dari wilayah Asia seperti China dan India juga turut memberikan support pada harga minyak mentah.
Dengan kondisi harga minyak mentah yang berada di zona rebound, support terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal Rp1.040.000 dan zona resistance terdekat yang berada di area Rp1.095.000.
Zona support terjauhnya berada di areal Rp1.010.000 hingga ke harga Rp970.000, sementara untuk zona resistance terjauhnya berada di area Rp1.120.000 hingga ke harga Rp1.200.000.
