Jakarta, TopBusiness—Harga emas berhasil menguat dan bergerak di zona USD1820 pagi tadi, dengan pergerakannya terpengaruh oleh pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, semalam, yang masih memastikan besaran stimulus moneternya.
“Pada pidato dari Powell semalam, ia memberikan indikasi bahwa kondisi saat ini belum tepat untuk melakukan pengetatan atau paling tidak dilakukan pengurangan tingkat stimulus, walaupun data inflasi yang rilis sebelumnya cukup meyakinkan,” kata analis dari Indonesia Coomodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia, dalam laporan riset harian yang diterima siang ini oleh Majalah TopBusiness.
Nikolas mengatakan bahwa menurut sejumlah analis, pasar akan melihat signal pesimis dari ECB dan PBOC dan dapat memberikan dukungan pada nilai USD.
Lonjakan yang terjadi pada harga emas berhasil menembus zona resistance USD1815 kemarin yang saat ini menjadi zona support penting terdekatnya.
Sementara itu, zona resistance terdekatnya berada di areal USD1830. Resistance terjauhnya berada di areal USD1840 hingga ke zona USD1850.
“Sedangkan untuk support terjauhnya berada di areal USD1800 hingga ke zona USD1790,” kata Nikolas.
