Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) terus mencatatkan performa positif. Emiten milik Menteri Pariwitasa dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno itu dari sisi asset mencattakan net asset value (NAV) senilai Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai tersebut meningkat dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 31,7 triliun.
Selain itu, perseroan juga berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,3 triliun, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp2,1 triliun pada semester I-2020 lalu.
Pencapaian NAV Saratoga di semester I-2021 ini, disebutkan Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya, karena berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat.
“Terutama dari kinerja PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), dan PT Provident Agro Tbk. (PALM),” tutur Michael dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (29/7/2021).
Berikut adalah kinerja delapan perusahaan yang monyokong kinerja Saratoga menjadi lebih baik di semester I-2021 ini:
– PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Pada April 2021, perusahaan menyelesaikan transaksi jual beli dan pengalihan 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) senilai Rp 3,9 triliun. Transaksi tersebut didanai oleh dana internal dan pemanfaatan fasilitas bank. Di bulan yang sama, TBIG juga menerbitkan obligasi Rp 970 miliar yang akan jatuh tempo di tahun 2022 dengan tingkat bunga 5,50 persen.
– PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Pada semester ini, MDKA telah menyelesaikan studi kelayakan proyek acid, iron, metal (AIM). Dengan estimasi biaya modal proyek sebesar US$290 juta atau Rp 4,2 triliun, proyek AIM diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar US$407 juta atau Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) dengan konstruksi yang telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal IV-2022.
– PT Deltomed Laboratories
Deltomed meluncurkan Antangin Goodnight dan Antangin Habbatussauda. Antangin Good Night adalah suplemen herbal yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan Antangin Habbatussauda membantu mengatasi masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Deltomed berhasil meraih pertumbuhan pendapatan dua digit di semester ini dengan dukungan peluncuran Antangin Habbatussauda.
– MGM Bosco Logistics
MGM Bosco Logistics saat ini sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.
– PT Adaro Eenergy Tbk.
Harga batubara Newcastle terus menguat dari level US$60 per ton di akhir tahun 2020 menjadi US$130 per ton di akhir semester I-2021 yang didorong oleh terbatasnya pasokan global dan meningkatnya volume permintaan terutama dari kebutuhan listrik di China.
– PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk.
Pemulihan ekonomi yang sedang berjalan telah berdampak positif terhadap MPMX. Perusahaan melakukan revisi terhadap proyeksi pendapatan tahun 2021 menjadi tumbuh 20-25 persen, dibandingkan proyeksi awal sebesar 10-15 persen. Sementara Net Profit After Tax (NPAT) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 300 miliar.
Optimisme MPMX tersebut didukung dengan penjualan sepeda motor nasional yang tumbuh 30 persen selama semester I-2021 menjadi 2,5 juta unit, dari 1,9 juta unit di semester I-2020. Sampai akhir tahun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor akan mencapai 4,3 juta hingga 4,6 juta unit dibandingkan penjualan tahun 2020 yang mencapai 3,7 juta unit.
– PT Aneka Gas Industri Tbk.
Pada 21 Maret, AGII menyelesaikan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator dan menambah aset senilai Rp 600 miliar. Pada 21 Mei, AGII menandatangani kontrak 12 tahun dengan PT Timah Tbk. (TINS) untuk membangun pabrik penyedia pasokan gas industri yang dibutuhkan untuk smelter pemurnian timah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (smelter akan beroperasi penuh pada tahun 2022).
– PT Famon Awal Bros Sedaya
PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital) telah meluncurkan tiga rumah sakit baru pada semester pertama tahun ini di Pangkal Pinang, Sukabumi dan Pasar Kemis. Primaya akan meluncurkan dua rumah sakit lagi di semester II-2021. Primaya Hospital akan terus memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung.
FOTO: Istimewa
